Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
e-Voting Mampu Pangkas Biaya Pemilu Hingga 50 Persen
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Negara. Selain sering terjadi sengketa, problema lain penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia adalah tingginya biaya penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.
Untuk pemilihan kepala desa saja, diperkirakan menghabiskan dana sekitar 25 juta, jika jumlah desa di seluruh Indonesia berjumlah 76.665 desa, maka biaya pemilihan kepala desa di Indonesia mencapai hampir Rp 2 triliun.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang gencar melakukan kajian, ujicoba dan simulasi pemilu di beberapa daerah mengklaim dengan e-Voting dapat menghemat biaya pemilihan umum hingga mencapai 50 persen.
Ditemui usai melakukan pengecekan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan e-Voting di Desa Mendoyo Dangin Tukad, minggu (28/7) malam, Kepala Program E-Voting Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Andrari Grahitandaru, menyampaikan bahwa biaya logistik, keamanan, dan efisiensi waktu bisa ditekan biayanya sampai 50 persen dari sistem konvensional.
"Biaya logistik yang biasanya dikeluarkan dalam bentuk surat suara bisa diganti dengan surat suara digital dan pengamanan juga tidak membutuhkan biaya karena data pemungutan suara sudah aman karena data terenkripsi," jelas Andrari.
Sementara dari segi waktu perhitungan suara pada pemilihan konvensional yang sering molor sampai dini hari, juga menambah biaya untuk pengamanan dari petugas pemilihan dan otomatis juga akan menambah biaya lembur petugas.
"Biasanya penghitungan selesai pukul 22:00 sampai dini hari pukul 03.00. Dengan e-voting hasil sudah bisa diketahui begitu pemungutan di TPS ditutup. Sangat praktis," ujar Andrari.
Hari ini, Senin (29/7), Pilkades di Desa Mendoyo Dangin Tukad akan berlangsung di empat dusun yang sekaligus menjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Keempat TPS ini akan melakukan proses pemilihan secara elektronik (e-Voting) dan hasil perhitungan suara akan dikirim ke Kantor Kepala Desa, sehingga Pilkades di Mendoyo Dangin Tukad ibarat sebuah miniatur Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada).
"Pilkades di Desa Mendoyo Dangin Tukad, merupakan pilkades dengan e-Voting pertama di Indonesia yang menggunakan e-KTP, jika berhasil, bukan tidak mungkin digunakan untuk pemilihan umum nasional," pungkas Andrari. (gus)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang