Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Jumlah Kasus HIV AIDS Tinggi, Bupati Jembrana : 'Itu Predikat Buruk'
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Negara. Banyaknya keterlibatan generasi muda khususnya beberapa pelajar di Jembrana terkait dengan keterlibatan perdagangan anak (Human Trafficking) mendapatkan perhatian serius oleh orang nomor satu di Jembrana, I Putu Artha.
Ia menegaskan generasi muda supaya menunjukkan jati dirinya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan, bukan malah membuang diri yang berakibat menghancurkan masa depan.
Hal tersebut ditegaskan Artha saat membuka Seminar dengan topik Narkoba, Seks Bebas dan HIV AIDS, Rabu (7/8/2013) pagi di SMA Negeri 1 Negara, Jembrana.
Kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki generasi muda harus ditunjukkan dan pemkab Jembrana telah meyiapkan Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana sebagai tempat untuk mengekspresikan kreatifitas generasi muda.
Bahkan Pemkab Jembrana telah menyiapkan anggaran untuk membiayai perlengkapan yang diperlukan.
Di hadapan para pendidik, Bupati Artha juga menginstruksikan supaya kegiatan ekstra kurikuler di sekolah-sekolah terus digiatkan dan ditingkatkan baik di bidang olahraga, seni budaya maupun ekstra kepramukaan.
Kegiatan ekstra kurikuler tersebut menurut Bupati untuk memberikan kesempatan dan ruang kepada siswa agar lebih cerdas dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.
“Para guru saya minta untuk selalu menyampaikan dan mengingatkan siswa akan bahaya narkoba, seks bebas yang dapat menularkan virus HIV AIDS,“ tegas Artha.
Tidak cukup hanya di sekolah para siswa sebagai generasi muda juga perlu mendapat perhatian yang lebih besar dari orang tuanya di rumah.
Dalam seminar tersebut, Bupati Artha mewanti-wanti generasi muda untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kehidupan yang diberikan.
Sebab sekali saja terjerumus maka akan sangat sulit untuk menghindar.
Mengetahui Narkoba bukan untuk mecobanya, Narkoba harus dihindari dan nyatakan diri untuk anti dengan Narkoba, Seks Bebas dan HIV AIDS.
Soal kasus human trafficking di Jembrana, Bupati Artha menyebutkan, mereka yang mengaku siswa, belum tentu benar-benar siswa, bisa saja mereka berpakaian sekolah tetapi bukan siswa, karena atribut pakaian sekolah mudah dibeli di toko-toko.
Harus ditelusuri lebih dalam lagi oleh aparat yang berwenang dengan tuntas.
Dalam kesempatan tersebut, Artha mengungkapkan kasus HIV AIDS di Jembrana masih cukup tinggi.
“Kalau dulu jumlah kasus HIV AIDS Jembrana di Bali berada di urutan ketiga, tetapi sekarang sudah berada di urutan keenam, itu bukan karena jumlahnya yang menurun, tetapi kasus HIV AIDS di daerah lain yang meningkat,“ ungkapnya.
Artha pun mengajak untuk tidak berbangga dengan predikat itu.
“Itu predikat buruk,“ kata Artha.
Kedepan Bupati asal Melaya ini meminta sekolah-sekolah pada saat menerima siswa baru supaya melakukan test urine kepada calon siswa, untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan. (Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan