Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Goyang Cabul Depan Remaja, Aksi 3G Dikecam
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Negara. Jalan Santai HUT Kota Negara yang ke-118 di gedung Kesenian Bung Karno, Jumat (16//2013) yang menampilkan artis dangdut Bali 3G untuk menghibur ribuan pelajar SD, SMP dan SMA serta masyarakat Jembrana, menuai kecaman dari berbagai kalangan. Ini karena penampilannya yang cabul dan mempertontonkan aurat.
Salah seorang seniman Desa Yeh Embang Mendoyo Ketut Astina menilai artis dangdut 3G bukan mempertontonkan seni, melainkan menunjukan aksi pornografi.
“Dalam berkesenian, pakaian adalah hal yang sangat sensitif dan bernilai estetika. Karena pakaian pertunjukan seni itu menarik dan karena pakaian seni itu hilang," ujarnya.
Menurutnya masyarakat Bali dalam berkesenian sangat dipengaruhi dengan pakaiannya. Karena pakaian yang dikenakan seniman tersebut, seni yang dipertontonkan menjadi menarik. Misalnya seni tari, topeng, sendratari dan lain sebagainya. Demikian halnya dengan penampilan tiga artis Bali yang tergabung dalam group 3G beberapa hari lalu.
Menurutnya yang dipertontonkan oleh mereka bukanlah seni karena seni yang dia bawa sudah hilang oleh pakaian yang dikenakannya dan juga oleh prilakunya. Apalagi itu dipertontonkan di depan ribuan anak-anak dan remaja. Dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap perkembangan anak-anak.
“ Kalau mereka ingin menampilkan seni, hendaknya mereka menunjukan seni dihadapan penonton dengan berusaha tampil menarik, hendaknya seni itu dibalut dengan norma kesopanan,"imbuhnya.
Di sisi lain Anggota DPRD Bali I Nengah Tamba juga sangat menyayangkan pementasan tersebut. Menurutnya cukup memprihatinkan di tengah semua pihak termasuk Pemkab Jembrana sedang getol-getolnya memerangi human trafficking dengan kejahatan sex terhadap anak di bawah umur. Penampilan yang sangat seronok di depan anak-anak menurut Tamba dapat memicu perilaku menyimpang di kalangan anak-anak.
“ Saya sangat menyayangkan pertunjukan tersebut, dan ini harus menjadi atensi khusus untuk pemkab Jembrana," tegasnya.(Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 737 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 382 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun