Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Indonesia Fokus Pada Peningkatan Ketangguhan Menghadapi Bencana
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Indonesia termasuk dalam satu kawasan Asia Pasific yang merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Untuk meningkatkan upaya pengurangan risiko bencana yang berdampak terhadap aspek sosial dan ekonomi Indonesia, pemerintah Indonesia menyelenggarakan The 7th Senior Disaster Management Official Forum (SDMOF), di Hotel kartika Plaza, Bali ( 21/08/2013 ).
Pertemuan yang dihadiri 46 perwakilan delegasi dari 13 negara, serta 10 perwakilan lembaga internasional dan Perserikatan Bangsa – Bangsa mengangkat tema “ Mendorong Pengurangan Risiko dan Peningkatan Ketangguhan Menghadapi Bencana di Kawasan Asia Pasific “. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, DR Syamsul Maarif, M.Si.
Dalam sambutannya, Syamsul Maarif mengatakan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling rawan bencana di dunia serta memahami betul dampak bencana terhadap aspek sosial dan ekomoni. Untuk itu Indonesia berkomitmen meningkatkan upaya pengurangan risiko melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Wilayah rawan bencana di Indonesia akan ada keraguan dari pihak swasta untuk mumbuka investasinya di wilayah rawan bencana.
“Hal ini harus kita kurangi atau kita cari jalan keluarnya. Kalau boleh bilang terus terang, disebelah selatan pulau Bali juga terdapat bahaya yang mengancam yaitu pertemuan lempeng antara induk Australia dengan pertemuan Euro Asia. Bahkan, lapangan terbang kita pun juga sebetulnya terancam, itulah yang akan kita dapatkan dalam pertemuan ini,“katanya.
SDMOF akan membahas beberapa topik kebencanaan, antara lain; peningkatan kapasitas negara - negara di kawasan Asia Pasifik, peran pihak swasta dalam pengurangan risiko bencana, dan pembahasan lesson learned mengenai kesiapsiagaan dan tanggap darurat bencana.
Syamsul Maarif menambahkan, pengalaman yang besar dan berharga dari setiap negara dan organisasi yang hadir merupakan bahan bermanfaat untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan ketangguhan kawasan.
" Setiap kejadian bencana selalu memberikan banyak hal untuk dipelajari, memperkaya pengalaman serta keahlian dalam merespon situasi bencana," imbuhnya.
Sementara itu, DR Li Wei Sen selaku Co-Chair Emergency Preparedness Working Group (EPWG) mengatakan penanggulangan bencana berkaca dari bencana yang terjadi di Jepang dan Thailand.
SDMOF diharapkan dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi, kesepakatan, dan kerjasama terkait pengurangan risiko bencana untuk dibawa ke forum Konferensi Tingkat Tinggi APEC bulan Oktober 2013.
Pertemuan SDMOF kali ini, diharapkan menghasilkan poin – poin penting bagi peningkatan penanggulangan bencana di kawasan Indonesia. Forum ini akan berlangsung selama dua hari dari 21-22 Agustus 2013. (eja)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3791 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1739 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang