Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




APEC Perlu Wujudkan Upaya Bersama Dalam Pengurangan Kerugian Bencana

Badung

Rabu, 21 Agustus 2013, 17:38 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Kuta. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengusulkan kepada negara-negara anggota kerjasama ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk mewujudkan upaya bersama dalam pengurangan kerugian akibat bencana. Mengingat kejadian bencana dapat berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Usulan tersebut disampaikan Samsyul Maarif dalam pidatonya saat pembukaan pertemuan ke-7 Forum Pejabat Senior Bidang Penanggulangan Bencana APEC di Kuta (21/8/2013)
 
Syamsul Maarif mengungkapkan pengurangan kerugian akibat bencana, salah satunya dapat dilakukan dengan mengimplementasikan teknologi. Implementasi teknologi juga dapat menjadi sarana untuk menarik investor agar tetap berinvestasi di daerah rawan bencana.
 
“perlu menghadirkan teknologi dan sekaligus meyakinkan kepada para investor untuk tidak ragu-ragu melakukan kegiatan bisnisnya di wilayah-wilayah yang disebutkan sebagai rawan bencana. Sebagai contoh di Sumatera Barat telah banyak investor yang datang ke sana dan yang kita tahu bahwa di Sumatera Barat sedang terancam atau ada suatu energi yang masih tersandera 8,9 skala richter,” ujar Syamsul Maarif.
 
Syamsul Maarif menyebutkan berdasarkan laporan Komisi Ekonomi dan Sosial Wilayah Asia-Pasifik (ESCAP) dan Kantor Lembaga PBB Bidang Pengurangan Resiko Bencana (UNISDR) tahun 2012 menyebutkan bahwa kawasan Asia-Pasifik merupakan wilayah paling rawan bencana di dunia. Tercatat antara tahun 1970 hingga 2011, hampir 2 juta orang meninggal akibat bencana atau 75 persen dari korban bencana di dunia.

Selain itu terkait dengan kerugian ekonomi akibat gempa bumi dan tsunami di Jepang serta banjir di Asia Tenggara yang terjadi pada tahun 2011 menyebabkan kerugian ekonomi regional sebesar  USD 294 triliun, atau sekitar 80 persen dari total kerugian dunia akibat bencana.(mlt)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami