Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Band Seringai Ikut Tolak Reklamasi Teluk Benoa
gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Ubud. Tak hanya musisi dan penyanyi Bali yang melakukan perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Tanjung Benoa seluas 838 Hektar di Kuta Selatan, Badung. Isu ini pun mendapat perhatian khusus oleh band metal papan atas asal Jakarta, Seringai, saat menjadi bintang tamu di acara bertajuk “St.Lukas Fest : Down To Earth” Sabtu (31/8/2013) malam, di GOR Siladharma Silakarang, Ubud, Gianyar.
Tampil di atas panggung membawakan beberapa lagu hits mereka seperti “Tragedi”, “Serigala Militia”, “Individu Merdeka” dan “Akselarasi Maksimal” band yang digawangi diawaki Arian (vokal), Ricky Siahaan (gitar), Kemod (drum), dan Sammy (bas) sukses ‘membakar’ arena konser yang dipadati ratusan penonton. Sebelum Seringai beraksi, deretan band Bali seperti Suicidal Sinatra, The Dissland, Roots Radical dan lainya meramaikan panggung acara.
Di sela-sela aksinya, mengenakan baju bertuliskan “Bali Tolak Reklamasi” vokalis sekaligus frontman Seringai, Arian Tigabelas menyerukan sekaligus mengajak ratusan penonton yang memadati gedung tersebut menolak segala bentuk eksploitasi alam termasuk rencana reklamasi teluk Tanjung Benoa oleh PT TWBI.
“Siapa yang peduli dengan masa depan Bali ? dan siapa yang ingin masa depan anak-anak kalian lebih baik di Bali ? itu makannya saya sepakat dengan Bali tolak reklamasi. Kalau mengenai urusan lingkungan hidup, Indonesia paling parah dan Bali sekarang lagi dicoba. Jadi gerakan ini butuh teman-teman untuk mensosialisasikan kembali, turun ke jalan menyuarakan Bali tolak reklamasi,”Serunya diatas panggung dan disambut teriakan tolak reklamasi oleh penonton.
Ketika ditemui sebelum pentas, Arian Tigabelas mengatakan, menolak keras rencana reklamasi yang terjadi di Teluk Tanjung Benoa. Dan baginya reklamasi ini merupakan pelanggaran yang akan menggangu ekosistem lingkungan kedepannya.
” Pada intinya saya menolak sesuatu yang akan menggangu lingkungan hidup. Sebagai orang Indonesia banyak banget pelanggaran-pelanggaran lingkungan hidup, termasuk rencana rekamasi ini, karena pemerintahnya emang nga bisa diharapkan,”Ucap pria yang juga aktif di penyelamatan orang utan.
Dengan makin banyaknya suara-suara penolakan yang muncul dari berbagai elemen masyarakat sipil seperti LSM, aktivis lingkungan bahkan musisi. Ini nenandakan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan sduah mulai terbangun.”Sejauh ini yang saya baca di berita-berita gerakan menolak reklamasi, kian hari semakin membesar dan ini tidak terlepas dari munculnya kesadaran dan kepedulian orang terhadap lingkungan,”ujarnya.
Ia pun menyatakan, jangan tergiur dengan adanya reklamasi ini, seperti terbukanya lapangan pekerjaan bagi ratusan ribu tenaga kerja baru. Justru menurut Arian, dampaknya kerusakan yang ditimbulkan kedepannya juga harus dilihat. “jangan terpancing dengan iming-iming proyek ini akan memperkerjaan sekiar ratur ribu tenaga kerja, tapi lihat juga kerusakannya yang berdampak pada masa depan anak-anak kita, lingkungan hidupnya, ekosistemnya.
Arian menegaskan, gerakan ini harus terus disuarakan, tidak hanya menyuarakan dengan turun kejalan, tapi berbagai cara bisa dilakaukan salah satunya adalah melalaui media musik.
”Push aja terus, masih banyak cara yang bisa dilakukan. Seringai sangat support dengan gerakan menolak reklamasi yang terjadi di teluk Tanjung Benoa. Karena ini menyangkut masa depan. Karena kita tahu pelanggaran lingkungan hidup di Indonesia mungkin bisa jadi paling parah.”tutupnya. (bbn)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 680 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 633 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 469 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 454 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik