Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Made Tika, Bayi Penderita Hydrocepalus Butuh Bantuan
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Melaya. Penyakit kepala membesar (hydrocepalus) tampaknya banyak ditemukan di Jembrana. Setelah anak berusia 6 bulan asal Dusun Kombading Desa Pengambengan, Jembrana Amanda Nurlima (6), kini bayi yang menderita Hydrocepalus ditemukan di Banjar Pangkung Jajang Desa Tukadaya, Melaya Jembrana.
Bayi perempuan malang tersebut yakni Ni Made Tika Purnami (8 bulan) putri ke 10 dari pasangan Ketut Wardana (44) dengan Ketut Sumiasih (41) asal Dusun Pangkung Jajang Desa Tukadaya Kecamatan Melaya, Jembrana. Bayi malang ini diketahui ada kelainan pada kepalanya sejak didalam kandungan.
Bayi perempuan yang terlahir secara normal dengan berat 2,9 kg tersebut, kini kondisinya sangat memprihatinkan, kepalanya membesar sedangkan badannya sangat kurus seperti kekurangan gizi.
Menurut pengakuan ibu bayi Ni Ketut Sumiasih, anaknya tersebut saat di USG sudah tampak ada kelainan di bagian kepala. Ketika sudah berumur satu bulan kepalanya mulai membesar.
Selama ini bayi malang tersebut hanya dirawat di rumah gubuk dengan pengobatan tradisional karena tidak adanya biaya pengobatan dan operasi.
"Saat dalam kandungan bayinya dibilang ada kelainan oleh dokter saat di USG, setelah lahir dan berumur satu bulan kepala anak saya mulai membesar," ungkap Ketut Sumiasih.
Sumiasih juga menambahkan, saat dibawa ke rumah sakit umum negara, pihak rumah sakit menyarankan bayinya tersebut segera dibawa ke RSU Sanglah untuk dioperasi dengan memberikan rujukan dan ditanggung JKBM. Namun dirinya menolak dengan alasan tidak memiliki uang untuk membeli obat yang tidak ditanggung JKBM.
"Saya menolak untuk dirujuk ke Sanglah karena tidak punya uang tambahan untuk biaya obat dan lain lain," imbuhnya.
Dengan hidup yang berkecukupa, suami Sumiasih yang bekerja sebagai buruh serabutan hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya tersebut.
Dirinya berharap pemerintah setempat bisa membantu meringankan beban biaya operasi anaknya sehingga bisa segera sembuh. (Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7736 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan