Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harus Ada Upaya Penghentian Subsidi BBM di Kawasan APEC

Badung

Senin, 30 September 2013, 18:32 WITA Follow
Beritabali.com

rri.co.id

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Nusa Dua. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan perlu ada upaya kebijakan penghentian subsidi bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Asia-Pasifik. Namun kebijakan penghentian subsidi harus dilakukan secara bertahap guna memacu penggunaan energi terbarukan.

Hal tersebut disampaikan Susilo Siswoutomo dalam keteranganya pada Konferensi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) tentang energi berkelanjutan, bersih dan terbarukan di Nusa Dua Bali.
 
Susilo Siswoutomo menyampaikan pengurangan subsidi harus dilakukan agar pengembangan energi terbarukan terjadi secara cepat, apalagi saat ini kebutuhan akan energi telah menjadi kebutuhan pokok. Pengembangan energi terbarukan secara optimal tentunya akan berdampak pada mengurangi impor BBM.
 
Jumlah ketergantunan dari impor kita harus kita kurangi, harus, karena itu mahal sekali, oleh karena itu pengembangan-pengembangan geothermal , pengembangan energi listrik dari mulut tambang, kemudian penggantian solar dengan menambah dengan biodisel, itu sangat penting,” papar Susilo Siswoutomo.
 
Susilo Siswoutomo mengakui penghentian subsidi akan dapat dilakukan secara total apabila daya beli masyarakat telah meningkat. Berdasarkan data ESDM bahwa konsumsi energi di Indonesia pada 2011 masih didominasi oleh energi fosil yaitu minak bumi sebesar 594 juta SBM atau 39 persen dari total konsumsi energi nasional. Kemudian batubara sebesar 334 juta SBM atau 22 persen dan biomassa sebesar 280 juta SBM atau 18 persen.(mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami