Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Akan Buka Tutup Lalin Saat Kepala Negara Melintas

Denpasar

Kamis, 3 Oktober 2013, 16:34 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/Ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Selama perhelatan KTT APEC berlangsung di kawasan BTDC Nusa Dua, arus lalu lintas di jalan raya dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju lokasi acara di Nusa Dua akan diberlakukan buka tutup.
 
Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Komisaris Besar Beno Lauhenapessy menyatakan buka tutup lalu lintas itu diberlakukan saat kepala negara tiba di Bali dan melintasi jalan raya menuju venue pertemuan APEC. Namun, Beno tak bisa merinci kapan tepatnya penutupan ruas jalan akan dilakukan.

Beno meyakini sistem buka tutup lalu lintas tak akan mendapat kendala. Pasalnya, sudah sejak jauh hari ia sudah mensosialisasikan kepada masyarakat baik di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Klungkung dan kabupaten lainnya di Bali. "Kami sudah mensosialisasikan melalui desa adat, mobil keliling dan spanduk-spanduk di beberapa titik tentang gangguan arus lalu lintas tersebut," ujar Beno, Rabu (3/10/2013).

Beno mengaku dari imbauan yang telah disebarnya, masyarakat diminta untuk tidak bepergian atau menghindari melintas di kawasan Bandara Ngurah Rai hingga Nusa Dua selama perhelatan KTT APEC berlangsung. "Kami juga sudah mengimbau jika tak memiliki kepentingan mendesak agar menghindari jalan di kawasan Kuta dan Kuta Selatan khususnya kawasan Nusa Dua," jelasnya.

Menurut Beno, aturan penutupan sementara akan diberlakukan saat kepala negara tiba di Bali. Dari data Kementerian Luar Negeri, ucap Beno, kepala negara sudah mulai tiba di Bali pada tanggal 5, 6 dan 7 Oktober mendatang. "Jalur yang akan mereka lewati adalah Bandara Ngurah Rai masuk ke tol, ke luar di pintu Sligita, langsung menuju kawasan," imbuhnya.

Beno lebih jauh menuturkan bahwa ada beberapa teknis yang telah disiapkannya ketika kepala negara melintas. Teknis pertama yaitu penutupan arus lalu lintas di sepanjang jalur yang dilewati 21 kepala negara. Namun, jika tak terjadi kemacetan berarti, maka arus lalu lintas akan dibiarkan, meski saat itu melintas kepala negara.

"Hal itu kita lakukan dengan memperhatikan ekor antrean. Jika antrean karena kemacetan begitu panjang, maka akan kita tutup arus lalinnya. Kepala negara menjadi prioritas untuk dapat segera melintas," tutur Beno.

Ketentuan itu, kata Beno juga berlaku saat kepala negara akan melintas di jalan tol. Dimana ketika antrean di pintu masuk tol begitu panjang, maka arus lalu lintas masuk ke tol akan dialihkan untuk selanjutnya ditutup dan dikhususkan untuk perlintasan kepala negara.

"Jika tak ada kendala berarti, masyarakat dibiarkan melintas di dalam tol dengan prioritas kepala negara. Karena kita melihat situasi di lapangan yang mungkin saja berbeda. Jadi acuan kita lapangan. Begitu antre panjang, kita tutup dan alihkan. Jika tidak krodit, maka ditutup stop sementara hingga kepala negara melintas,"pungkasnya. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami