Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kerja Sama UKM Akan Meningkatkan Ekonomi Negara APEC

Kuta

Jumat, 4 Oktober 2013, 11:46 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/Ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Kuta. Menteri Usaha Kecil Menengah dan Koperasi, Syarif Hasan menilai kerja sama Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di kawasan negara APEC akan meningkatkan perekonomian negara antar negara anggota.
 
Syarif menyatakan pemerintah mendukung sepenuhnya kerja sama UKM di kawasan negara APEC. Agenda yang kini dibahas dalam pertemuan KTT APEC nanti adalah kerjasama dalam dua hal yakni akses permodalan dan alih teknologi.

"Hampir dapat dipastikan negara-negara peserta APEC itu sepakat bekerjasama dalam dua hal yakni akses permodalan dan alih teknologi. Kalau dua hal itu dilakukan maka ekonomi negara yang tergabung dalam APEC akan tinggi," ujar Syarif, di sela acara APEC Unthinkable 2013 yang digelar Kementerian Koordinator Perekonomian di Kuta, Jumat (5/10/2013).

Dua hal itu, kata Syarif merupakan kendala klasik yang kini dihadapi pelaku UKM, khususnya di Indonesia. "Alih tekonolgi itu suatu keharusan. Transfer teknologi itu harus selalu ada. Itu masalah bagi UKM. Kendala lainnya, dalam menjalankan bisnis, UKM terkendala permodalan. Ini harus didukung oleh pemerintah," jelasnya.

Dalam KTT APEC ini, Syarif menyambut baik kerja sama negara peserta APEC dalam hal akses permodalan dan alih teknologi. Baginya, kedua hal itu akan menjadi penopang UKM untuk meningkatkan pemasaran produknya di pasaran Internasional.

"Pemerintah selama ini selalu membuka diri terhadap kedua hal tersebut," tegasnya.

Syarif menyoroti tiga hal yang penting dilakukan menyambut kerja sama itu diantaranya soal pembinaan, pelatihan dan sosialisasi terhadap produk UKM. Pemerintah akan memberikan stimulus melalui APBN meski jumlahnya tak terlalu besar. Ia menegaskan jika beberapa produk UKM Indonesia kini memiliki daya saing yang sangat tinggi.

"Daya saing UKM dalam negeri cukup menunjukkan perkembangan signifikan dan sudah meningkat, tadinya 50 sekarang 38. Kita harus banyak belajar karena idup itu begitu. Ada barang yang kita tidak punya, kita impor. Ada barang-barang negara lain tidak punya ya, kita ekspor," tuturnya.

Namun infrastruktur, sambung Syarif selalu menjadi kendala bagi negara berkembang seperti Indonesia. Bagi Syarif, masalah itu perlu percepatan pembenahan dan pemerintah fokus pada hal itu. Tidak hanya itu, persoalan serius yang menjadi kendala UKM Indonesia adalah akses terhadap permodalan.

"Tetapi secara keseluruhan infrastruktur itu hanya bagian dari beberapa hal yang merangsang pertumbuhan. Tidak begitu banyak kendala. Pemerintah kan terus melakukan perbaikan. Yang paling mendominasi adalah akses keuangan. Intinya kerja sama antar-pemerintah perlu ditingkatkan," pungkasnya. (Dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami