Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Berencana Habisi Bunda Lapas, Renae Dipindahkan

Denpasar

Selasa, 29 Oktober 2013, 21:46 WITA Follow
Beritabali.com

www.theage.com.au

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Narapidana asal Australia Renae 'Bali Nine' Lawrance akhirnya dibuang dari Lapas Kerobokan Denpasar ke Rutan Negara Kabupaten Jembrana.

Menurut Kalapas Kelas II A Kerobokan  I Gusti Ngurah Wiratna, dipindahnya terpidana 20 tahun dalam kasus penyelundupan 8,2 kg heroin itu karena ia berulah mengancam dan hendak menghabisi petugas wanita yang biasanya disapa 'bunda' di lapas.

"Renae dipindahkan ke Rutan Negara terpaksa kita lakukan, karena yang tindakannya dinilai bakal membahayakan keselamatan petugas. Dari informasi yang diterima, Renae merencanakan menghabisi petugas wanita andalan kita," ujarnya ketika ditemui, Selasa (29/10/203).

Wiratna yang akan mengakhiri jabatan sebagai Kalapas Kerobokan ini membeberkan bukti dari hasil penggeledahan di kamar Renae, petugas berhasil menyita sebuah Blackberry yang berisi percakapan dengan narapidana lain bernama Sonya hendak menghabisi bunda lapas tersebut.

"Dari chatingan BBM itu Renae bersama Sonya berencana menghabisi petugas wanita yang kami nilai susah di sogok dan diajak berkompromi. Selain HP, dalam ruanganya kami juga amankan sebuah pisau komando atau belati bergerigi," jelas Wiratna.

Melihat ada indikasi yang bisa membahayakan keselamatan petugas dan mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan, Wiratna akhirnya mengambil keputusan untuk memindahkan wanita bertubuh subur berperawakan seperti pria itu ke Rutan Bali barat pada Jumat lalu.

Mantan Kalapas Karangasem hingga kini masih bertanya-tanya atas sikap napi wanita asing itu. Menurutnya, selama ini Renae mendapat perlakuan yang cukup baik dan layak. Bahkan ketika dia sakit dan harus menjalani operasi usus buntu pihaknya cukup sigap dan membantu saat menjalani perawatan di ruangan kelas mewah di RSUP Sanglah Denpasar.

"Saya prihatin, kami sudah perlakukan ia dengan baik sebagaimana napi lainnya. Bahkan selama ini hak-haknya juga sudah kami penuhi dengan sangat baik," pungkasnya. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami