Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jalan Underpass Tergenang Air, Kontraktor Di-Warning

badung

Sabtu, 16 November 2013, 08:08 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Denpasar. Belum lama diresmikan, jalan bawah tanah (underpass) Dewa Ruci Sudah mulai bermasalah. Selain tergenang air saat hujan, penutup saluran air di jalan underpass juga lepas sehingga membahayakan pengguna jalan.

"Kami mengingatkan kepada pimpinan proyek dan kontraktor PT Adhi Karya agar melakukan pengecekan jalan bawah tanah tersebut. Karena laporan masyarakat baru-baru ini terdapat genangan air hujan, bahkan kemarin (Kamis) penutup aliran air lepas. Tepatnya yang ada di tengah-tengah jalan itu," kata Ketua Komisi III DPRD Bali Gusti Made Suryanta Putra di Denpasar, Jumat (16/11/2013).

Gusti Made Suryanta Putra memperingatkan pelaksana proyek pembangunan jalan bawah tanah (underpass) simpang Dewaruci, Kuta, agar melakukan pengecekan ulang, mengingat musim hujan telah tiba.

"Jika pimpinan proyek jalan tersebut tidak mendengarkan peringatan dan saran dari dewan, maka kami akan memanggil kembali untuk mempertanggungjawabkan pengerjaan proyek yang menelan ratusan miliar rupiah itu,"ujarnya.

"Memang proyek tersebut sebagian besar dananya dari APBN, namun yang menggunakan jalan ini adalah masyarakat Bali dan wisatawan yang berlibur di Pulau Dewata. Bila tidak memperhatikan kondisi jalan itu sesuai dengan perencanaan, jelas ini masih tanggung jawab pemborong," imbuh politikus PDIP itu.

Suryanta Putra mengingatkan agar pelaksana proyek memperhatikan kondisi jalan tersebut.

"Kita akan membuktikan sejauh mana fungsi pompa air yang dipasang saat musim hujan. Dari awal proyek ini, kami sudah memberi peringatan karena beberapa pengerjaannya kurang baik, seperti pada dinding dan lantai jalan. Pada lantai jalan semestinya menggunakan beton, karena gagal dalam pengecoran diganti dengan aspal curah," ujarnya.

Penggantian lantai dasar dari beton ke aspal curah, kata Suryanta, jelas telah menyimpang dari bestek. Dengan penggantian lantai dasar dari beton ke aspal curah, dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan jalan lebih lanjut, sebab di daerah tersebut tanahnya labil. [bbn]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami