Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rapimnas Golkar dan Jalan Terjal Ical

jakarta

Kamis, 21 November 2013, 20:14 WITA Follow
Beritabali.com

inilah.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Jakarta. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golongan Karya (Golkar) yang digelar 22-23 November 2013 nampaknya akan membuka peluang Aburizal Bakrie (ARB) untuk melangkah mantap menuju kursi calon presiden (Capres), meski jalan itu terjal dan berliku, ditambah dukungan terpecah di dalam internal. Apa yang bakal terjadi?

Pada Agustus 2013 lalu misalnya, Akbar Tanjung mengingatkan rendahnya elektabilitas Aburizal Bakrie dalam beberapa survei. Padahal, ARB setiap hari sudah beriklan di televisi, dan telah melawat ke daerah-daerah. Bahkan, serangan udara terus digencarkan, namun elektabilitas ARB masih lebih rendah ketimbang elektabilitas partai.

Selama ini hubungan ARB dan Akbar dan dengan berbagai pimpinan Golkar di daerah, memang panas-dingin. Sejumlah pimpinan Golkar di daerah tingkat II menginginkan hadir dalam Rapimnas ini, namun DPP Partai Golkar tak mau mengundang mereka. ARB tak menghendaki kehadiran DPD Tingkat II, sedangkan Akbar sangat mengapresiasinya. Akibatnya, aroma ketegangan antara kubu Akbar vs kubu ARB pun mengemuka.

Bahkan, beberapa kali Akbar melontarkan kritik terhadap ARB, terutama menyangkut pencapresan. Tapi beberapa kali pula dia membantah berseteru dengan ARB.

Golkar pada Pemilu 2014 sangat berat karena target mereka adalah 180 kursi di DPR. Hasil itu bisa berpengaruh pada pencalonan wakil presiden. Berbagai kalangan menilai pencapresan ARB berjalan terjal lantaran elektabilitas stagnan. Namun masih ada waktu menjelang pemilu.

Meski sejumlah daerah tidak mendukung pencapresan ARB yang rendah elektabilitasnya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung menyatakan, tidak ada evaluasi terhadap pencapresan ARB. Dalam Rapimnas tidak akan ada agenda tersebut. ARB bakal melaju jadi capres, meski dukungan terpecah di dalam internal Golkar,ditambah jalan terjal dan berliku.

Terkait dengan elektabilitas ARB yang stagnan, Akbar mengatakan, perjalanan masih panjang. Pilpres masih dilakukan pada Juli mendatang. "Masih ada waktu tujuh bulan untuk menaikkan elektabilitas Ical. Ada cara-cara untuk menaikkan elektabilitasnya," ujar Akbar.

Mengenai pembahasan cawapres, ujar Akbar, sebaiknya dilakukan setelah Pileg, supaya tahu posisi Partai Golkar di mana. Apakah bisa mengusung capres langsung atau harus berkoalisi dengan partai lain?

Ada beberapa nama seperti Pramono Edhie Wibowo (Anggota Dewan Pembina Demokrat), Soekarwo (Gubernur Jawa Timur) tapi tidak bersedia, Mahfud MD (Mantan Ketua MK). Nama baru yang muncul disebut-sebut sebagai pendamping Ical adalah Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Rapimnas Golkar kali ini menghadapi tantangan internal terkait elektabilitas ARB yang stagnan, namun hal itu bakal bisa dipecahkan dengan pragmatisme ala Beringin. Masalah ‘gizi’, yang sangat krusial bagi para fungsionaris Golkar di pusat dan daerah, hampir pasti bisa diatasi. Sehingga Rapimnas kali ini sangat mungkin hanya mengkonfirmasi bahwa ARB adalah capres Golkar menuju 2014, dan memutuskan cawapresnya setelah pileg 2014 nanti.

Tidak akan ada kejutan, namun suasana hambar bisa melebar kalau kubu ARB tidak mengakomodir kehadiran para pimpinan DPD Tingkat II Golkar yang hadir ke acara Rapimnas ini. Di sini perlu kerendahan hati ARB sendiri. Kita tunggu apa yang bakal terjadi sebab politik menyimpan misteri dan teka teki. [bbn/inilah.com/berbagai sumber]

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami