Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Lapas Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Narkoba
kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Lembaga pemasyarakatan di Indonesia sangat berpotensi menjadi pasar narkoba. Mengingat sekitar 23.000 warga binaan yang ada di lapas di seluruh Indonesia merupakan pecandu atau terlibat dalam kasus narkoba. Banyaknya jumlah pengguna atau pecandu di lapas dapat dimanfaatkan sebagai pasar potensial oleh para pengedar narkoba.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar menyampaikan sudah saatnya para pengguna atau pecandu narkoba tidak lagi ditahan di lapas tetapi dibawa ke pusat-pusat rehabilitasi. Mengingat pengalaman selama ini penahanan terhadap pecandu narkoba tidak memberi efek jera.
“jadi tidak ada efek jeranya, yang punya efek jera itu kita, kita kalau ditahan mikir, inilah yang membuat kita sendiri risau, bahkan yang lebih gila lagi lapas menjadi pabrik narkoba, itu di Medaeng kebetulan saya yang nangkap, saya jadi Kapolwil, kemudian di Cipinang, saya menjadi kepala BNN, jadi saya saksinya” kata Anang Iskandar
Anang Iskandar mengakui untuk melakukan rehabilitasi pemerintah perlu membangun lebih banyak pusat rehabilitasi. Apalagi jumlah pusat rehabilitasi saat ini sangat terbatas. BNN sendiri hanya memiliki 4 pusat rehabilitasi, sedangkan TNI dan Polri memiliki 86 pusat rehabilitasi. Sementara jumlah pecandu yang telah menjalani rehabilitasi saat ini mencapai 19.000 orang. Padahal berdasarkan penelitian BNN tahun 2011, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 4 juta orang.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang