Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 1 Mei 2026
Bali Gelar Upacara Pamelehpeh Jagat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menyikapi serentetan bencana alam dan berbagai kejadian di luar akal sehat seperti pembunuhan yang melibatkan kerabat hingga kecelakaan lalu lintas memakan banyak korban jiwa, Pemprov Bali bekerjasama dengan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) akan menggelar Upacara Pamelehpeh Jagat. Upacara yang bertujuan mohon kerahayuan jagat ini dipusatkan di Pura Kentel Gumi, Desa Tusan, Kabupaten Klungkung bertepatan dengan Tilem Sasih Kawulu, Sabtu (1/3/2014) mendatang.
Demikian disampaikan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali dalam siaran persnya, Senin (24/2). Untuk ngrastitiyang pamalehpeh jagat, Pemprov juga akan menggelar upacara di areal Kantor Gubernur Bali yang bertujuan nunas kerahayuan dalam menjalankan berbagai program Bali Mandara Jilid II agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
Lebih lanjut Karo Humas Ketut Teneng mengurai, pelaksanaan Upacara Pamelehpeh Jagat merupakan tindak lanjut dari masukan dan petunjuk yang diberikan para sulinggih kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Petunjuk tersebut selanjutnya disikapi dengan pertemuan yang menghadirkan berbagai lembaga keumatan seperti PHDI, MUDP, para sulinggih dan sejumlah pemangku Pura Besakih. Dalam pertemuan yang digelar di Jayasabha (23/1) tersebut akhirnya disepakati untuk menggelar Upacara Pamalehpeh Jagat.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa belakangan muncul tanda-tanda alam seperti bencana dan kejadian di luar akal sehat manusia. Serentetan kejadian tersebut antara lain terbunuhnya seorang ayah oleh putranya saat ngerehang rangda, seorang sulinggih yang juga meregang nyawa di tangan putranya hingga kejadian beruntun suami membunuh istri hanya karena masalah sepele. Kejadian di jalan raya pun tak kalah mengerikan. Belakangan kerap terjadi kecelakaan yang memakan banyak korban jiwa. Selain kejadian antar manusia, bencana alam pun terjadi silih berganti.
Mengacu sastra agama (lontar roga sengara bumi), kejadian di luar akal sehat tersebut perlu disikapi dengan menggelar upacara pamelehpeh jagat yang bertujuan untuk mohon keselamatan dan kerahayuan jagat. Upacara akan dipusatkan di Pura Kentel Gumi dan dipuput Ida Pedanda Gede Putra Temau dari Griya Aan Klungkung serta Ida Pedanda Gunung Sari dari Griya Ubud.
Terkait dengan pelaksanaan Upacara Pemelehpeh Jagat ini, Ida Pedanda Gede Putra Tembau selaku Yajamana Karya mengeluarkan himbauan agar Krama Hindu di seluruh Bali ikut melaksanakan yasa kerti dengan persembahyangan di tiap Pura Puseh lan Bale Agung, Pura Dalem lanjut di merajan masing-masing. Di Pura Puseh lan Bale Agung serta Pura Dalem dihaturkan pejati, canang sari, punjungan, prascita, biukaonan dan durmanggala. Sementara di merajan masing-masing, krama juga menghaturkan pejati, canang sari dan punjungan putih kuning.
Untuk kerahayuan jagat Bali, Teneng mengimbau seluruh umat melaksanakan yasa kerti agar terhindar dari musibah. Selain upaya niskala, tambah Teneng, upaya sekala untuk mencegah kejadian seperti bencana alam dan pertikaian antar manusia juga jangan diabaikan. Guna mencegah jatuhnya korban sia-sia di jalan raya, Teneng mengingatkan agar pengguna jalan raya mematuhi aturan berlalu lintas.
Sementara untuk meminimalisir bencana alam, masyarakat dihimbau menjaga kelestarian lingkungan. Komunikasi antar anggota keluarga juga harus dibangun untuk menghindari pertikaian yang merenggut korban jiwa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang