Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koalisi Gembrong ARB-Jokowi Terancam Bubar

Rabu, 14 Mei 2014, 21:53 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) dan Capres PDI Perjuangan Joko Widodo Selasa (13/5/2014) petang tidak dapat dimaknai sebagai koalisi. Karena sejatinya, situasi politik masih cair hingga penutupan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Tanthowi Yahya menegaskan pertemuan ARB dan Jokowi di Pasar Gembrong, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/5/2014) petang tidak bisa dimaknai sebagai dukungan Partai Golkar kepada Jokowi. "Semua masih cair. Cuma komunikasi dengan PDI Perjuangan semakin mengerucut," ujar Tanthowi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Terlebih, kata Tanthowi, Ketua Umum Partai Golkar tidak bisa membuat sikap sendiri. Karena keputusan resmi Partai Golkar harus dikomunikasikan dengan pemilik partai. "Harus dikomunikasikan dengan pemilik partai (pengurus DPD, red)," tegas Tanthowi.

Ia menegaskan rencana koalisi yang dibangun Partai Golkar dengan Jokowi atau PDI Perjuangan berbasis koalisi partai bukan capres/cawapres. "Bahwa nanti cawapres dari Partai Golkar, itu pertalian. Koalisi akan utuh dan terjalin," tukas anggota Komisi I DPR RI ini.

Sementara Ketua DPP Partai Gokkar Priyo Budi Santoso mengatakan dukungan Partai Golkar kepada Jokowi harus memberi manfaat bagi partai. Posisi capres/cawapres mesti didapat partai berlambang beringin. "Kalau tidak, lebih baik tak usah berkoalisi," ujar Priyo serius.

Priyo yang sebelumnya mewacanakan evaluasi pencapresan ARB kini berubah pandagan. Ia menegaskan hingga saat ini posisi ARB masih sebagai capres Partai Golkar. Ia menggarisbawahi agar Partai Golkar tidak dipandang sebelah mata oleh partai lain. "Enak saja didukung kemudian Golkar nggak dipandang capres atau cawapres," cetus Wakil Ketua DPR RI ini.

Soal koalisi Gembrong yang masih cair ini juga terkonfirmasi dengan pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo yang menegaskan Partai Golkar belum menyatakan dukungannya kepada Jokowi sebagai capres.

"Tanya Pak Ical, jangan saya (soal koalisi). Sinyalnya tidak ada ke saya. Dia hanya ketemu dengan Pak Jokowi," ujar Tjahjo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2014).

Apakah Partai Golkar akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, menurut Tjahjo semua tergantung kepada Partai Golkar. Hanya saja, menurut Tjahjo partainya terbuka dengan partai politik manapun tidak terkecuali Partai Golkar.

Usai mencuatnya koalisi gembrong, kini wacana mencuat tentang rencana koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat. Pertemuan ARB dan SBY di Istana Negara Rabu (14/5/2014) siang bisa saja memunculkan hal baru terkait dengan pilpres 2014 mendatang. Nama Sultan HB X yang sejak awal pekan ini santer terdengar, disebut akan dimunculkan dalam koalisi PG-PD.

Jika ini terjadi, Koalisi Gembrong bakal bubar di tengah pasar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami