Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Membaca Radar Sultan HB X di Demokrat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Nama Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X tiba-tiba mencuat. Gubernur DI Yogyakarta ini masuk dalam pantauan Partai Demokrat sebagai calon presiden. Bagaimana peluang munculnya figur Sultan HB X? Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan saat ini radar Partai Demokrat tengah meneropong figur Sultan HB X untuk digadang-gadang sebagai capres dari Partai Demokrat. "Beliau salah satu tokoh bangsa, Gubernur DIY, banyak dicintai rakyat," ujar Syarief memberi alasan usai rapat tertutup dengan Fraksi Partai Demokrat, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2014).
Syarief berpendapat figur Sultan mencuat dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat yang digelar Selasa (13/5/2014) malam di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Menurut dia, salah satu anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat tengah melakukan komunikasi dengan pihak Sultan HB X. "Hasilnya saya belum tahu," elak Menteri Koperasi dan UKM ini.
Sebelumnya, di tempat yang sama Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan figur Sultan cocok disandingkan dengan figur militer yang berasal dari peserta calon presiden konvensi Partai Demokrat. "Sultan tepat disandingkan dengan kalangan militer. Kalau saya pribadi Pak Pramono Edhie Wibowo," sebut Ruhut yang juga dikenal sebagai tim sukses adik ipar SBY itu.
Wacana Sultan HB X ini pada akhirnya memunculkan dampak pada formasi koalisi yang hingga kini masih cair. Bila kelak posisi Sultan HB X benar-benar muncul sebagai capres atau cawapres, tentu Sultan yang juga bekas kader Partai Golkar ini dapat saja didukung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Kemungkinan ini pun tidak ditampik oleh Ruhut. "Bisa saja. Golkar kan dikenal main dua kaki," sebut Ruhut mengomentari peluang koalisi ini.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ditemani tiga menteri dari kader Golkar yakni Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Syarif melakkan pertemuan dengan Presiden SBY. ARB mengaku pertemuan tersebut hanyalah silaturahmi politik biasa. "Kami memberikan pandangan bahwa Partai Golkar siap bekerja sama dengan siapapun," sebut ARB di Kantor Presiden, Jakarta.
Secara kebetulan antara Partai Demokrat dan Partai Golkar sama-sama menggelar Rapat Pimpinan Nasional pada 17-18 Mei 2014 akhir pekan ini. Entah secara kebetulan atau terdapat kesengajaan.
Forum Rapimnas di dua partai tersebut menjadi pertemuan kunci untuk menentukan arah koalisi dan dukungan dalam Pilpres 9 Juli mendatang.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang