Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Buru Pelaku Mutilasi, Polda Bentuk Timsus
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Guna menyingkap kasus mutilasi di Kabupaten Klungkung, Polda Bali membentuk tim khusus, yang terdiri dari gabungan tim Polda Bali, Polres Bangli, Karangasem, dan Klungkung.
"Kita bentuk tim khusus, siapa bertanggung jawab apa, siapa mengerjakan apa, dan sebagainya. Ini termasuk extra ordinary crime (kejahatan luar biasa), tingkat kesadisannya tinggi, manusia dikuliti seperti binatang. Kita tidak mau kasus ini mendunia," ujar Wakapolda Bali, Brigjen I Gusti Ngurah Raharja Subiakta, saat meninjau lokasi penemuan potongan tubuh di Desa Gembelan, Selat Klungkung, Rabu (18/6/2014).
Tim khusus yang dibentuk, jelas Gusti, sudah mulai bekerja dengan melakukan analisa TKP atau lokasi penemuan potongan tubuh.
"Kita sudah melakukan analisis TKP, kita mulai dari analisis TKP agar kita bisa buat terang apa yang sebenarnya terjadi, kita segera lakukan penyelidikan, segera tentukan korbannya laki atau perempuan, dan ada test DNA,"jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, setelah menemukan dua potong tubuh manusia di wilayah Desa Gembelan, Selat Klungkung, warga kembali menemukan tiga potongan tubuh manusia, yang diduga korban pembunuhan dengan cara mutilasi. Kali ini tiga potongan tubuh manusia ini ditemukan di wilayah kabupaten Karangasem Bali.
Tiga potongan tubuh manusia ini ditemukan warga di wilayah Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Tiga potongan tubuh yang ditemukan antara lain potongan kaki, tangan, dan bagian kerangka dada.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1695 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang