Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kaca Mobil Anggota DPRD Bali Dikeprok, Rp 100 Juta Raib
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Anggota DPRD Bali, Wayan Kariarta yang baru saja usai dilantik, hari ini tertimpa musibah setelah kaca mobilnya dikeprok dan uang Rp 100 juta yang disimpan di bawah jok mobilnya raib dibawa pencuri. Peristiwa itu bermula ketika Politisi PDIP dari Denpasar itu pada Senin 15 September 2014 sekitar pukul 11.00 Wita menyimpan uang Rp100 juta yang disimpan di jok mobilnya di tempat parkir di depan Rumah Sakit Bali Royal Hospital (BROS), Denpasar.
Namun nahas, kaca sisi kiri mobil mewahnya dengan plat nomor DK 99 FC dikeprok pencuri. Uang yang baru saja diambil korban dari Bank BCA Gatsu Barat Denpasar itu rencananya digunakan untuk membiayai operasi anaknya di RS BROS.
"Uang yang dicuri Rp100 juta. Saya simpan di bawah jok mobil. Kejadian itu hanya berselang sekitar 20 menit setelah saya tinggalkan mobil di parkiran," kata Kariarta kepada awak media di lokasi kejadian.
Kariarta memaparkan, sebelum ke RS BROS, ia sebelumnya menghadiri rapat di DPRD Bali. Ia menduga, pelaku sudah mengincarnya sejak dari Bank BCA. Aksi jahat itu, kata Kariarta, diduga sudah disiapkan terlebih dahulu oleh pelaku. Awalnya, korban bahkan berencana mengambil uang Rp300 juta di Bank BCA.
"Tadi rencananya mau ambil Rp300 juta untuk biaya operasi anak dan keperluan lainnya. Mereka sudah incar saya sejak di BCA. Mereka tahu saya bawa uang. Apalagi saat masuk rumah sakit saya tidak bawa apa-apa. Jadi mereka menyimpulkan uang itu ada di mobil, sehingga mereka bisa menemukannya di bawah jok," paparnya.
Sementara di lapangan, tampak beberapa ceceran tisu yang ada bekas darah di dekat mobil. Diduga, darah tersebut berasal dari pelaku yang terluka saat memecahkan mobil. Keberadaan tisu itu menimbulkan komentar dari beberapa warga yang melihatnya. Ada yang menduga, jika ada pelaku perempuan yang terlibat dalam kejahatan itu.
Di lokasi kejadian juga tampak beberapa petugas dari Polresta Denpasar memeriksa mobil tersebut. Mereka mengambil gambar dan memeriksa sidik jari yang menempel di badan mobil. Para petugas masih enggan untuk memberikan komentar terkait dugaan komplotan pelaku, maupun jejak awal yang bisa digunakan untuk memulai penyelidikan.
Meski aksi keprok mobil itu terjadi di kawasan yang cukup ramai, petugas keamanan RS BROS yang berjaga di Pos Keamanan di pintu masuk RS, yang berjarak sekitar 15 meter dari mobil tersebut, tidak mengetahui aksi pelaku. Hal yang sama juga diutarakan petugas parkir dari PD Parkir Kota Denpasar, mengungkapkan dirinya tidak melihat aksi pelaku.
Terkait aksi kejahatan disiang bolong itu, Kepala Unit Akses Control RS BROS, Wayan Wirawan mengaku aksi keprok mobil tersebut di luar tanggung jawab pihak RS, karena kejadian itu di luar wilayah pantauan mereka.
"Meski Kejadian itu berjarak dekat dari pos pengamanan, namun kami tidak bertugas untuk memantau keamanan kendaraan yang di parkir di jalan utama di depan RS. CCTV kami tidak memantau di luar. Tadi sudah cek CCTV, tapi tidak ada (tidak terekam CCTV). Parkir di luar itu tanggung jawab petugas parkir dari PD Parkir Denpasar," ungkapnya.
Wirawan juga menerangkan, sebelumnya dirinya sudah menyarankan Kariarta untuk parkir mobilnya di bagian belakang RS BROS, karena tempat parkir di basement sudah penuh.
"Dia awalnya membawa mobilnya ke tempat parkir di belakang RS, tapi kemudian memilih parkir di jalan utama. Kami hanya sarankan parkir di belakang, tapi dia maunya parkir di jalan," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang