Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
SBY: Pemilu itu Melelahkan, Rumit, Mahal, dan Memecah Belah
BERITABALI.COM, BADUNG.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memandang pemilu di Indonesia tidaklah mudah. Menurutnya, pemilu adalah suatu hal yang melelahkan, rumit, mahal, memecah belah, dan bahkan emosional.
"Saya kira sama seperti pemilu lain di dunia. Tidak ada yang mengatakan bahwa demokrasi itu mudah," kata SBY di hadapan 85 negara Asia Pasifik dalam Bali Democracy Forum (BDF) yang digelar di Nusa Dua, Bali, Jumat 10 Oktober 2014.
Dalam event BDF yang digagasnya itu, SBY memaparkan jika Indonesia baru saja menyelesaikan serangkaian proses pemilihan umum. Baik pemilihan presiden, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Menurut SBY, dalam rangkaian salah satu pemilu terbesar di dunia itu, sekitar 135 juta orang ikut terlibataktif dan melibatkan setengah juta bilik suara dan diselenggarakan secara independen oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Kami telah memilih lebih dari seribu pemimpin di semua tingkatan. Anggota parlemen baru dan senat sudah melaksanakan tanggung jawab mereka pada 1 Oktober lalu. Dan pada 20 Oktober, Presiden terpilih Joko Widodo akan dilantik," jelas SBY
Bagi SBY, ketika Presiden berikutnya dilantik dalam beberapa hari mendatang, Indonesia telah membuktikan kepada rakyatnya sendiri dan kepada dunia dapat mencapai transisi kekuasaan secara damai dan konstitusional.
"Pemilu Indonesia tentu saja hanya satu bagian dari begitu banyaknya pemilu yang digelar di seluruh dunia," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, SBY juga mengucapkan selamat kepada suksesnya pemilu di Aljazair, Brasil, Fiji, Irak, Lebanon, India, Iran, Libya, Maladewa, Selandia Baru, Afrika Selatan, Turki, dan negara lainnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun