Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Terduga Pelaku Kasus Narkoba dan Senpi Pelatih MMA di Canggu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polisi masih mendalami asal-usul lima senjata api (senpi) rakitan yang ditemukan dari tersangka ARMP (30), pria asal Kintamani, Bangli, yang ditangkap di Denpasar.
Setelah dilakukan pendalaman, ARMP diketahui berprofesi sebagai pelatih MMA dan boxing di kawasan Canggu. Ia juga disebut tergabung dalam tim penyedia jasa pengamanan atau bodyguard.
ARMP diamankan anggota Resnarkoba Polresta Denpasar di rumahnya di Jalan Kasuari Gang Cempaka I, Penatih, Denpasar Timur, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.
Penangkapan tersebut berawal dari pengungkapan kasus narkotika. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket serbuk dan tablet berwarna ungu yang diduga mengandung narkotika jenis ekstasi.
Selain barang yang diduga berkaitan dengan narkotika, petugas menemukan sejumlah senjata, airsoft gun dan amunisi dengan berbagai kaliber.
"Barang bukti yang diamankan meliputi lima pucuk senjata api, empat pucuk airsoft gun, 55 butir peluru kaliber 38, lima butir peluru kaliber 78, dua butir peluru kaliber 9 mm, satu butir peluru kaliber .32 ACP, lima butir peluru hampa kaliber 8 mm, dua butir peluru kaliber 22 LR, satu buah magazine, serta 33 tabung gas CO2," beber Iptu Gede Adhi, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya S.H., M.H., mengatakan ARMP merupakan warga asal Kintamani, Bangli. Polisi kemudian melakukan pendalaman terhadap latar belakang dan aktivitas tersangka.
Dari pemeriksaan, ARMP mengaku bekerja sebagai pelatih bela diri MMA dan boxing di kawasan Canggu serta terlibat dalam tim penyedia jasa pengamanan.
"Diinterogasi, tersangka mengaku bahwa senpi dan airsoftgun tersebut merupakan milik orang lain yang dititipkan kepada pelaku untuk diperbaiki, termasuk amunisi yang diserahkan bersamaan dengan senjata," bebernya.
ARMP juga mengaku memiliki kemampuan memperbaiki airsoft gun. Polisi mencatat tersangka pernah menjadi anggota Tactical Shooting Club di Yogyakarta pada 2016 hingga 2018.
Terkait temuan narkotika, tersangka mengaku mengonsumsi narkoba untuk menenangkan diri ketika mengalami tekanan atau stres. Namun, penanganan perkara senjata api kini dipisahkan dari perkara narkotika.
Kasus tersebut yang awalnya ditangani Satresnarkoba Polresta Denpasar kini dilimpahkan kepada penyidik Satreskrim Polresta Denpasar. Pelimpahan dilakukan untuk mendalami lebih jauh asal-usul senjata dan pihak yang diduga menitipkannya kepada tersangka.
"Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar masih memeriksa secara intensif guna memastikan asal-usul senjata api, kepemilikan amunisi, legalitas senjata yang ditemukan, serta menelusuri pihak-pihak yang diduga menitipkan senjata tersebut," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 441 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan