Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BPBD Bangli Waspadai Karhutla di Kintamani

Selasa, 4 Agustus 2026, 13:43 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/dok beritabali.com/BPBD Bangli Waspadai Karhutla di Kintamani.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kintamani. Ancaman tersebut diantisipasi seiring memasuki periode musim kering yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Kawasan hutan di Kecamatan Kintamani menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau. Rumput dan semak yang kering dinilai mudah terbakar apabila terkena percikan api.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kering diperkirakan berlangsung mulai Agustus hingga September dan berpotensi meluas hingga awal Oktober. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi karhutla perlu ditingkatkan.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bangli, I Ketut Agus Sutapa, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel dan sarana pendukung untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama musim kemarau.

"Kesiapan tersebut mencakup armada tangki serta penguatan jaringan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah yang rawan," ungkapnya, Selasa (04/08/2026).

Selain kesiapan sarana dan personel, BPBD Bangli juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan Kintamani.

Warga maupun masyarakat dari luar daerah yang berkunjung ke kawasan hutan Kintamani diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah selama musim kemarau. Pengunjung juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Kondisi rumput dan semak yang sangat kering membuat api dapat dengan cepat menyebar. Karena itu, tindakan kecil seperti membuang puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi pemicu kebakaran di kawasan hutan.

Selain faktor cuaca dan aktivitas manusia, kondisi medan juga menjadi tantangan dalam penanganan karhutla di Kintamani. Sejumlah kawasan memiliki medan curam dan dipenuhi batu lahar tajam sehingga dapat menyulitkan petugas ketika melakukan pemadaman.

BPBD Bangli berharap seluruh lapisan masyarakat ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan. Kepatuhan terhadap imbauan dan kewaspadaan bersama dinilai penting untuk mengurangi risiko karhutla selama periode musim kering.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami