Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




7 Provinsi Bahas Ancaman Serius HIV AIDS di Bali

Rabu, 5 November 2014, 23:28 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Penanganan kasus HIV/AIDS menjadi fokus pembahasan dalam Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional (Musrenbangreg) Jawa Bali yang berlangsung di Hotel Mercure Bali Harverstland Kuta yang dibuka secara resmi, Rabu ( 5/11/2014 ). Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu ( 8/11/2014 ) mendatang diikuti tujuh provinsi yaitu Bali, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Jawa Timur. 

Sekda Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum I Made Santha,SE,MSi mengungkapkan, penanganan dan pencegahan penyakit HIV/AIDS menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan kali ini karena sebagai pusat perekonomian nasional, kawasan Jawa-Bali mengalami kemajuan pesat dalam ketersediaan sarana prasarana hingga SDM berkualitas. Sebaliknya, kawasan ini juga menghadapi tantangan yang makin kompleks. Penyebaran kasus HIV/AIDS menjadi ancaman yang kian serius di tujuh wilayah tersebut. 

Data statistik per Juni 2014, secara nasional kasus yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan berjumlah 142.950 HIV dan 55.623 positif AIDS. Dari angka tersebut, tujuh provinsi di Jawa dan Bali masuk 13 besar dalam jumlah penderita HIV/AIDS. Yang lebih mengkhawatirkan, kasus pada umur 20-29 tahun menempati peringkat teratas yaitu sebanyak 18.287. 

"Kondisi ini memerlukan langkah yang lebih kongkrit dalam mengakselerasi penangulangan serta menekan laju penularan penyakit yang hingga kini belum dapat disembuhkan tersebut,"ujarnya.
 
Lebih dari itu, upaya untuk mengurangi penderita dan kematian serta meningkatkan kualitas hidup para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) juga perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan. Mengingat kompleksnya dampak yang ditimbulkan, 
Sekda Bali menilai isu ini sangat strategis dibahas dalam Musrenbangreg Jawa-Bali. 

"Saya berharap melalui pertemuan ini para peserta dapat mulai memikirkan, mengembangkan dan memasukkan rencana kerja serta menyuarakan aksi yang lebih kongkrit dalam pengendalian HIV/AIDS, khususnya di kawasan Jawa-Bali," urainya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Musrenbangreg Jawa-Bali Ir. I Putu Astawa dalam leporannya mengatakan, pertemuan yang melibatkan tujuh provinsi ini akan berlangsung hingga Sabtu (8/11). Akselerasi penanganan kasus HIV/AIDS menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan kali ini karena dinilai sebagai ancaman yang serius di tujuh wilayah tersebut. 

“Tema ini sesuai dengan kesepakatan dalam pertemuan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami