Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Puluhan Ribu Barrel Minyak Dicuri Tiap Hari
BERITABALI.COM, BADUNG.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merilis data mengejutkan jika puluhan ribu barrel minyak per hari dicuri.
Potensi pencurian minyak tergolong besar itu disampaikan Sekretaris SKK Migas, Gede Pradnyana dalam keterangan resminya disela acara Security Summit SKK Migas-KKKS 2014 di Nusa Dua, Bali, Rabu 19 November 2014.
Gede Pradnyana menuturkan di Propinsi Sumatra Selatan sedikitnya 2 ribu barrel minyak perhari atau senilai 2 Milliar per hari dicuri seseorang.
"Kasus masalah minyak paling banyak terjadi ilegal tipping. Di Sumsel, pencurian pipa itu dilubangi dan dicuri hingga 2 ribu barel per hari," ungkapnya.
Parahnya, kata Gede Pradnyana, kasus pencurian minyak kini sudah merambah ke Riau, di Dumai dimana saluran pipa minyak digerayangi oleh pencuri. Menurutnya, potensi pencurian minyak diseluruh tanah air mencapai hingga puluhan ribu barel per hari.
"Pencurian ini akan berdampak langsung terhadap produksi minyak di tanah air. Dari potensi kehilangan produksi, look akses, aksesnya diblok dan bagian dari fasilitas produk dicuri," jelasnya.
Untuk itu, SKK Migas kini memerlukan pengamanan terpadu antara TNI dan Polri. Menurut Gede Pradnyana, masalah energi dan ketahanan nasional adalah dua hal yang sangat dekat, ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Untuk menekan pencurian migas itu, SKK Migas melakukan MoU kerjasama pencegahan dan pengamanan yang melibatkan TNI dan Polri. Kerjasama itu dilakukan dalam Security Summit SKK Migas-KKKS 2014 di Nusa Dua, Bali, yang berlansung dari 19-20 November 2014.
"Ini menjadi momentum penting karena sebelumnya sudah dilakukan MoU dengan Polri. Biaya MoU ini masih sangat sedikit dibandingkan jumlah minyak yang dicuri. Konsep pengamanan berlapis, pertama Polri karena diinternal juga kita bentuk pengawasan. 4 Mil akan ditangani Polair, diluar 4 Mil diawasi oleh TNI," tuturnya.
Terkait kerjasama pengamanan dan pengawasan minyak ini, Asisten Teritorial TNI AD, Mayjen Wiyarto menyatakan pihaknya akan siap membantu pengamanan migas dari hulu sampai hilir.
"Kita juga libatkan masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan, sehingga pengawasannya lebih banyak dilakukan oleh berbagai pihak.
Masalah minyak menjadi masalah kita bersama, kebutuhan bersama dan kita jaga bersama," pungkasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5899 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4627 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan