Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Puluhan Ribu Barrel Minyak Dicuri Tiap Hari
BERITABALI.COM, BADUNG.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merilis data mengejutkan jika puluhan ribu barrel minyak per hari dicuri.
Potensi pencurian minyak tergolong besar itu disampaikan Sekretaris SKK Migas, Gede Pradnyana dalam keterangan resminya disela acara Security Summit SKK Migas-KKKS 2014 di Nusa Dua, Bali, Rabu 19 November 2014.
Gede Pradnyana menuturkan di Propinsi Sumatra Selatan sedikitnya 2 ribu barrel minyak perhari atau senilai 2 Milliar per hari dicuri seseorang.
"Kasus masalah minyak paling banyak terjadi ilegal tipping. Di Sumsel, pencurian pipa itu dilubangi dan dicuri hingga 2 ribu barel per hari," ungkapnya.
Parahnya, kata Gede Pradnyana, kasus pencurian minyak kini sudah merambah ke Riau, di Dumai dimana saluran pipa minyak digerayangi oleh pencuri. Menurutnya, potensi pencurian minyak diseluruh tanah air mencapai hingga puluhan ribu barel per hari.
"Pencurian ini akan berdampak langsung terhadap produksi minyak di tanah air. Dari potensi kehilangan produksi, look akses, aksesnya diblok dan bagian dari fasilitas produk dicuri," jelasnya.
Untuk itu, SKK Migas kini memerlukan pengamanan terpadu antara TNI dan Polri. Menurut Gede Pradnyana, masalah energi dan ketahanan nasional adalah dua hal yang sangat dekat, ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Untuk menekan pencurian migas itu, SKK Migas melakukan MoU kerjasama pencegahan dan pengamanan yang melibatkan TNI dan Polri. Kerjasama itu dilakukan dalam Security Summit SKK Migas-KKKS 2014 di Nusa Dua, Bali, yang berlansung dari 19-20 November 2014.
"Ini menjadi momentum penting karena sebelumnya sudah dilakukan MoU dengan Polri. Biaya MoU ini masih sangat sedikit dibandingkan jumlah minyak yang dicuri. Konsep pengamanan berlapis, pertama Polri karena diinternal juga kita bentuk pengawasan. 4 Mil akan ditangani Polair, diluar 4 Mil diawasi oleh TNI," tuturnya.
Terkait kerjasama pengamanan dan pengawasan minyak ini, Asisten Teritorial TNI AD, Mayjen Wiyarto menyatakan pihaknya akan siap membantu pengamanan migas dari hulu sampai hilir.
"Kita juga libatkan masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan, sehingga pengawasannya lebih banyak dilakukan oleh berbagai pihak.
Masalah minyak menjadi masalah kita bersama, kebutuhan bersama dan kita jaga bersama," pungkasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2843 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1086 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 481 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 393 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun