Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
60 Persen Wedding Organizer yang Beroperasi di Bali Ilegal
Sabtu, 18 April 2015,
23:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari ratusan 'wedding organizer' (WO) atau perancang pernikahan yang tumbuh subur di Pulau Bali. Bahkan setiap tahun, makin banyak wisatawan mancanegara yang menikah di Bali. Namun sayang, dari 200 WO yang ada di Bali, 60 persennya ternyata tidak memiliki badan usaha dan diduga ilegal.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Bali Wedding Association (BWA) Deden Asep Saefulloh di Seminyak, Jumat 17 April 2015.
"Masih banyak perusahaan WO ilegal yang merugikan kita. Masyarakat hendaknya lebih jeli memilih WO agar tidak dirugikan. Praktik-praktik WO ilegal itu sangat mengkhawatirkan. Mereka ngecash tamu tinggi tanpa bayar pajak. WO ilegal itu tangani tamu-tamu berduit, kita kebagian yang kroco-kroco," ucap Deden.
WO ilegal itu, kata Deden, sengaja tidak mendirikan badan usaha untuk menghindari pajak dan aturan yang berlaku di suatu daerah. Padahal, biaya yang mereka kenakan kepada klien sangat mahal dan tidak jarang justru merugikan kliennya.
"Bisnis WO di Bali prospek sangat bagus. Selain wisatawan mancanegara, semakin hari semakin banyak artis yang menikah di Bali. Saya sarankan pemilik WO segera mendirikan badan usaha. Dengan memiliki badan usaha maka mereka dapat membayar pajak pada negara dan sah secara hukum," harapnya.
Deden juga berharap WO di Pulau Bali dapat bergabung dalam BWA sehingga dapat diwadahi apabila terjadi suatu masalah.
"Dengan bergabung dalam wadah setidaknya kalau ada masalah bisa satu suara," ungkapnya.
Deden mengakui, sampai saat ini pemerintah belum memasukkan 'wedding organizer' (WO) sebagai 13 produk pariwisata.
"Kami WO belum masuk 13 produk pariwisata. Kami berharap pemerintah mengakomodir hal ini. Saat ini, kami sebatas punya badan usaha seperti PT dan CV. Dan dengan UU No 2009 harapan kita punya izin operasional," pintanya.
Sementara, untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seluruh WO baik perorangan dalam menghadapi MEA harus memiliki sertifikasi profesi. Selain itu, BWA yang baru berdiri satu tahun belakangan ini akan membuat beberapa program untuk menghadapi negara-negara Asean.
"Kita sebentar lagi hadapi MEA, banyak WO dari luar. Bahasa inggris mereka lebih lancar dibandingkan orang-orang kita. Makanya kita wajib meningkatkan skill bahasa asing dan memiliki sertifikasi profesi. Kita akan bertemu pemerintah dan WO di Bali untuk memunculkan kreativitas," pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026