Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 16 Agustus 2026
Para Bijak di Bali Diminta Akhiri Polemik Reklamasi Teluk Benoa
Sabtu, 9 Mei 2015,
09:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polemik atau pro kontra soal rencana reklamasi di Teluk Benoa, Badung, Bali, hingga kini tak berkesudahan. Para bijak di Bali diharapkan segera turun tangan, agar polemik ini bisa segera berakhir. Hal ini disampaikan Tokoh Pariwisata Bali, Made Suryawan, dalam keterangannya di Sanur, Jumat (8/5/2015).
"Orang-orang bijak di Bali yang masih dipercaya seluruh masyarakat Bali, baik itu dari kalangan bisnis, sulinggih, akademisi, atau latar belakang lainnya, bisa membentuk kelompok yang legitimasinya disahkan oleh pemerintah Bali. Kelompok para bijak ini kemudian bisa memberi pendapat dan rekomendasi tentang jadi tidaknya reklamasi di Teluk Benoa. Saat ini kan sudah mentok, karena pemerintah sudah tidak dipercaya. Oleh karena itu rekomendasi dari para bijak di Bali ini sangat diperlukan,"ujarnya.
Para bijak di Bali ini, jelas Suryawan, dipercaya akan bisa memberi rekomendasi yang netral dan obyektif terkait nasib rencana proyek reklamasi di Teluk Benoa.
"Ini bukan masalah menolak ataupun mendukung reklamasi Teluk Benoa. Jika para bijak ini bisa memberi rekomendasi apakah ditolak, ditunda selama 20 atau 30 tahun, atau dilanjutkan, maka polemik atau masalah ini akan cepat selesai, tidak seperti saat ini, hanya membuang-buang energi masyarakat yang sebenarnya bisa digunakan untuk hal-hal yang produktif,"ujar Suryawan.
Suryawan meminta agar semua pihak, terutama pimpinan dan legislatif di Bali supaya tidak memelihara pro dan kontra reklamasi Teluk Benoa karena akan beresiko konflik horizontal di masyarakat.
Reklamasi Teluk Benoa, kata Suryawan, adalah masalah yang sulit. Oleh karena itu pendekatannya jangan menggunakan pendekatan massif yang melibatkan massa banyak.
"Jangan kuantitatif pendekatannya. Ini masalah holistik, perlu berbagai disipliner ilmu untuk mengkaji masalah ini. Saat ini banyak elemen yang sumir, mereka main manipulasi. Kita tidak ingin memperkeruh suasana, ayo kita kumpul, panggil para bijak yang ada di setiap profesi, lalu beri rekomendasi, jangan lama-lama berpolemik,"pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4541 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026