Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 9 Mei 2026
Engeline Jadi Simbol Penelantaran Anak di Indonesia
Sabtu, 20 Juni 2015,
16:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Indonesia bersama Walikota Denpasar kini menetapkan bocah Engeline (8) sebagai ikon atau simbul penelantaran anak di Indonesia.
"Pada Sabtu 20 Juni ini kita menyatakan tekad bahwa bocah manis Engeline kita tetapkan sebagai ikon penelantaran anak di Indonesia," ucap Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Indonesia, Aris Merdeka Sirait, Sabtu sore (20/6/2015).
Penetapan itu disampaikan Aris bersama Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Mantra dalam 'Deklarasi Gerrakan Anti Kekerasan Terhadap Anak' didepan halaman rumah Engeline di Jalan Sedap Malam Nomer 26 Denpasar.
Mulai hari ini, kata Aris, meminta semua pihak menghentikan segala bentuk kekerasan dan eksploitasi terhadap anak-anak di Tanah Air. Dalam deklarasi ini, Komnas Anak bersama Forum Anak Daerah Provisni Bali bertekad untuk menghentikan segala bentuk eksploitasi dan penelantaran terhadap anak.
"Stop kekerasan, eksploitasi dan penelantaran terhadap anak. Orang tua harusnya bertanggungjawab melindungi Engeline," tegas Arist yang sambut tepuk tangan meriah oleh warga yang hadir.
Aris mengungkapkan jika saat ini Indonesia sudah masuk dalam darurat kekerasan anak. Menurutnya, sebagai orang dewasa hendaknya menghentikan eksploitasi dan pelantaran yang mengancam anak-anak di seluruh Indonesia.
"Kematian putri cantik Engeline kita jadikan momentum agar anak-anak Indonesia melawan kekerasan itu dan anak-anak Indonesia bisa diselamatkan. Teman-teman sekolah Engeline ingin menyampaikan kematian rekannya sebagai simbol kekerasan terhadap anak," ungkapnya.
Meski ada tekanan dan ancaman, namun Aris mengajak semua pihak melawan seraya mengajak seluruh warga yang hadir dan prihatin terhadap tewasnya bocah kelas 2 SD itu untuk mengepalkan tangan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.
"Kami bertekad untuk terus memperjuangkan anak-anak di Indonesia. Siapapun yang menentang akan kita lawan. Maju dan maju terus dan mari kita kepalkan tangan sebagai sibul perlawanan," ajaknya.
Dengan suara lantang, Aris mengaku tidak akan mundur sejengkalpun bagi pihak-pihak yang menghalangi untuk mencari keadilan dan menemukan para pelaku pembunuhan keji sehingga membuat Engeline meregang nyawa di dalam rumahnya. "Kita tidak akan berhenti sedikitpun bagi siapapun yang hendak menghalang-halangi sehing adik kita Engeline meregang nyawa di sini," tandasnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 834 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 714 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 536 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 515 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026