Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mantan Kalapas Kerobokan : Napi Punya Koneksi Orang Kuat dan Berpengaruh di Bali

Banyak Senjata di Sel Napi

Senin, 21 Desember 2015, 20:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Usai bentrok dua kelompok ormas yang menyebabkan 2 tahanan Lapas Kerobokan tewas dalam insiden tersebut serta temuan ratusan senjata tajam, senjata api, narkotika, hingga pohon ganja di dalam lapas, Kalapas Kelas II A, Kerobokan, Bali, Sunarto Bondan secara resmi dicopot.
 
Posisinya diganti oleh Kalapas Karangasem, Kusbiantoro dan untuk sementara, Sunarto akan dipindahkan dari Lapas Kerobokan ke Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Bali. Pencopotan jabatan yang baru dua bulan dipegangnya, menurutnya h ini tentu merupakan pelaksanaan perintah pimpinan.
 
"Posisi saya digantikan Kalapas Karangasem, Kusbiantoro‎. SK itu turun sekitar kemarin sore adanya serah terima. Sementara ini saya di kantor wilayah, menunggu pusat akan melakukan pemeriksaan," ungkap Sunarto, Senin (21/12/2015).
 
Terkait pencopotan dirinya akibat bentrokan berdarah 2 ormas besar di Bali yang menghuni Lapas Kerobokan, Sunarto mengaku sebelum insiden itu dirinya sudah mengetahui ada informasi masuk dan dirinya sudah melakukan pendekatan agar tidak ada gejolak.
 
"Sebelum masuk ke Lapas di sini, saya sudah tahu. Tapi kan tidak bisa langsung menindak. Harus ada pendekatan supaya tidak ada gejolak," dalihnya. 
 
Meski ibarat nasi sudah menjadi bubur, Sunarto mengaku tak masalah dengan pencopotan dirinya. Sunarto kekeh dirinya selama 2 bulan menjabat tengah membenahi standard operasi di LP. Dia juga mengaku tidak tahu ada senjata api, senjata tajam, hingga narkotika di dalam lapas terbesar di Bali itu.
 
 
"Saya diganti demi kelancaran proses pemeriksaan kasus yang terjadi. Saya baru bertugas dua bulan sebagai kalapas," kelitnya.
 
Terkait banyaknya senjata tajam dan senjata api, serta narkoba, Sunarto berdalih jika hal itu akibat pemeriksaan di pintu masuk Lapas Kerobokan sangat tidak maksimal. Ia menuturkan, jika petugas lapas mendapat tekanan dari pihak luar dan memiliki koneksi dengan orang kuat serta berpengaruh di Bali. Hal itulah bagi Sunarto menjadi penyebab mudahnya benda terlarang masuk ke lapas. 
 
"Sebagai contoh, tidak semua pengunjung mau diperiksa. Petugas yang jaga depan pintu masuk hanya tiga sampai empat orang, tetapi pengunjungnya ratusan. Sementara mereka (narapidana) umumnya memiliki koneksi dengan orang kuat. Petugas kami akhirnya tidak berani memeriksa lagi," tuturnya.
 
"Kalau saya dipercayai lagi jadi Kalapas, saya jamin semua itu pasti terbongkar. Namun, semuanya sudah terjadi. Tidak apalah, saya diganti," imbuhnya.
 
Seperti diketahui, pencopotan Kalapas Kelas II A, Kerobokan, Bali, Sunarto Bondan akibat bentrok antarnapi dari 2 ormas yang berseteru di dalam Lapas Kerobokan pada Kamis (17/12/2015). Akibat insiden berdarah itu, dua narapidana yakni I Putu Sumariana dan Wayan Permana Yasa tewas mengenaskan. 
 
Pasca bentrokan didalam LP, bentrok juga meluas dijalanan di beberapa kawasan di Denpasar yang menyebabkan 2 orang lagi tewas bersimbah darah dan sejumlah orang luka parah dan harus menjalanai perawatan di RSUP Sanglah Denpasar.
 
Pasca bentrokan, petugas gabungan dari TNI dan Polisi akhirnya melakukan sweeping dan menggeledah beberapa blok dalam lapas. Betapa terkejutnya, setelah petugas menemukan bunker, ratusan senjata tajam, lima pucuk senjata api jenis revolver dan chees, dua pucuk airsoft gun, puluhan peluru, dua jaket antipeluru, tiga buah laptop, satu pot tanaman ganja, ganja kering seberat 592,1 gram, 70 alat hisap narkoba atau bong, serta satu buah jenglot.[bbn/dws]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/eng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami