Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Usai Bunuh Engeline, Margriet Ancam Agus Jangan Bocorkan Rahasia
Sidang Pembunuhan Engeline
Senin, 21 Desember 2015,
21:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Terdakwa Agustay Handa May mengaku diancam Margriet CH Megawe, ibu angkat Engeline yang juga jadi terdakwa dalam pembunuhan bocah delapan tahun itu. Agus diminta Margriet untuk diam dan tidak berbicara kepada siapapun termasuk kepada anaknya sendiri, Yvonne.
"Jangan beri tahu siapa-siapa, terlebih-lebih Yvonne. Kalau kamu beri tahu siapa-siapa, kamu akan dibunuh orang-orangku," ucap Agus menirukan perintah Margriet sidang lanjutan kasus pembunuhan Engeline dengan saksi terdakwa Margriet di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (21/12/2015).
Di hadapan Majelis Hakim, yang diketuai Edward Haris Sinaga, Agus juga merinci mengenai pembunuhan yang disebutnya dilakukan oleh Margriet. Keterangan Agus sebagai saksi ini mengulang kejadian pembunuhan Engeline yang diakuinya pada tanggal 16 Mei 2015 lalu.
Dalam pembunuhan itu, Agus juga diminta untuk membantu majikannya Margriet untuk mengikat Engeline, dan menguburkannya di halaman belakang rumah Margriet, di Jalan Sedap Malam Nomer 26 Denpasar, Bali.
Agus juga diminta Margriet supaya mengakui menyetubuhi Engeline dan Margriet sempat membuka celana Engeline, namun Agus menolak dan lari ke kamar sambil mencuci tangannya.
"Saya diperintahkan untuk menyetubuhi korban (Engeline) dan Ibu Margriet menyuruh menggali lubang memakai cangkul," jelas Agus.
Selain menghadirkan Agus Tay sebagai saksi, sidang kasus pembunuhan bocah kelas II SD 12 Sanur itu juga menghadirkan keterangan dua saksi lainnya, yakni dua anak kandung Margriet, Christine dan Yvonne.
Agus Peragakan Margriet Lakukan Pembunuhan Engeline
Dalam persidangan itu, saksi pertama terdakwa Agus Tay Handa May melakukan peragakan bagaimana terdakwa Margriet CH Megawe melakukan pembunuhan sadis terhadap anak angkatnya Engeline.
kepada Ketua Majelis Hakim, Edward Haris Sinaga, Agus menceritakan jika Margriet menjambak Engeline, dan membenturkan kepala dengan posisi Margriet dan Engeline berdiri di kamar tidur Engeline.
"Posisi korban (Engeline) berdiri miring, dijambak rambutnya. Margriet berdiri menghadap ke timur, ke arah tempat tidur. Kejadiannya, di kamar Margriet, persis di bawah tempat tidur," ucap Agus.
Agus menegaskan bahwa Margriet melakukan pembunuhan, dan sebelum bekerja Agus mendengar Engeline menangis dan berteriak "Mama lepas Ma, Cukup Ma'.
"Dan saat di kamar saya juga bertanya, Bu apa yang dilakukan ke Engeline? Sudah diam kamu," tutur Agus.
Menurut Agus, Engeline meninggal pada 16 Mei 2015 di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam 26 Denpasar. Engeline lalu dikuburkan oleh Agus bersama Margriet di halaman belakang rumah.
"Saat itu Ibu Margriet memanggil saya, Gus kemari Gus sebentar," tandasnya.[bbn/dws]
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026