Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Organda Minta Pemprov Bali Tindak Tegas Taksi Uber
Minggu, 10 Januari 2016,
07:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasca percobaan penculikan dan pemerkosaan taksi uber yang beroperasi di Bali, Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Badung, K. Ngurah Sutharma, SH meminta masyarakat jangan selalu percaya dengan sesuatu yang mudah dan murah. Menurutnya, karakter sopir Taksi Uber tidak ada yang tahu dan tidak ada perusahaan yang bisa bertanggungjawab.
Bagi Sutharma, Uber hanya aplikasi, sehingga masyarakat harus berhati-hati dan waspada terhadap keamanan dan keselamatan dengan iming-iming kemudahan dan biaya yang murah.
"Orang kan mencari yang mudah dan murah, tapi karakter sopirnya (Uber taksi) kan tidak jelas. Apalagi uber itu kan tidak ada kantornya dan yang bertanggungjawab tidak ada. Itulah kenapa sopir bisa memperkosa atau nantinya bisa merampok dan membunuh," ucapnya, Minggu (10/1/2015).
Oleh sebab itulah, Ketua Koperasi Wahana Dharma Organda Bali ini meminta Pemerintah Daerah Bali bertindak tegas, jika sampai Taksi Uber merugikan masyarakat. Apalagi selama ini telah mengganggu kenyamanan taksi yang legal dan membayar pajak.
"Anggota kami sudah benar-benar sangat terganggu, karena dugaan pemerkosaan itu telah mencoreng citra sopir taksi yang legal," pintanya.
"Pemerintah harus segera bertindak tegas, karena sudah sangat merugikan dan menggangu keselamatan masyarakat. Jangan sampai taksi yang legal diobok-obok membayar pajak, tapi yang jelas-jelas membahayakan dan tidak menyetor pajak malah dibiarkan," tegasnya.
Sementara sebelumnya secara terpisah, Kabid Humas Polda Bali, Komisaris Besar Hery Wiyanto mengaku sampai saat ini belum mendapat laporan tentang percobaan penculikan dan pemerkosaan oleh oknum taksi uber tersebut.
"Kita belum tahu itu (percobaan penculikan dan pemerkosaan taksi uber. Sampai saat ini kita belum dapat informasi," ucapnya seraya menambahkan meski belum mendapat laporan, namun Hery berjanji pihaknya akan bertindak melakukan penyelidikan atas informasi tersebut. "Coba nanti kita telusuri di media sosialnya," tandasnya.
Sebelumnya, seorang perempuan bernama Rachmania mengaku nyaris diculik dan diperkosa oleh seorang sopir Taksi Uber di Pulau Bali. Hal itu diungkap rekannya Rachmania bernama Wu Chang dengan memajang aplikasi Uber yang telah dibatalkannya di situs berbagi foto, Path
.
Di foto dalam situs yang dipajangnya, dia men-screenshoot pemesanan dengan sopir taksi bernama Rendi. Lantas ia menulis "Hati2!!!! Ada kejadian serem terjadi sama temen kita. Almost got kidnapped and raped with this uber driver at 3.30 am in the morning in bali. Everyone be careful. (Nyaris diculik dan diperkosa oleh sopir Uber ini pada pukul 3.30 am di pagi hari di Bali. Semua orang agar berhati-hati."
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2629 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026