Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Napi Rusia Muntah-Muntah dan Tewas di Lapas Kerobokan

Rabu, 24 Februari 2016, 10:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Anton Pundikov (35) narapidana di Lapas Kelas II A Denpasar (Lapas Kerobokan), ditemukan tewas pada Selasa (23/02/2016) pukul 00.30 Wita. Jenazah pria berkebangsaan Rusia itu kemudian dievakuasi ke RSUP Sanglah untuk dilakukan otopsi.
 
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Wayan Arta Ariawan, SIk mengatakan, awalnya teman sekamar korban, John asal Belanda mendengar suara jatuh di kamar mandi. John kemudian bangun dan melihat Anton sudah tidak ada di tempat tidurnya. Saat dicek ke kamar mandi, ternyata korban sedang muntah-muntah dengan posisi terbaring di lantai. Melihat hal itu, John kemudian membangunkan teman satu blok untuk dimintai bantuan.
 
"Saat itu, kondisinya sudah lemah dan mulutnya kaku. Teman - temannya kemudian mengangkat tubuh korban dibaringkan di tempat tidur. Sekitar satu jam kemudian dari hidungnya keluar darah," jelasnya di konfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (23/02).
 
Rekan - rekan korban mencoba memberi pertolongan dengan cara menekan dada korban. Sementara kaki dan tangan korban saat dipegang suhunya dingin, kemudian rekannya memberitahu kejadian tersebut kepada sipir Lapas.
 
"Tetapi setelah dicek petugas, korban sudah tewas. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah dan kejadian itu dilaporkan ke Polsek Kuta Utara,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Badung dan Tabanan ini.
 
Sebelumnya, korban ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Dit Res Narkoba) Polda Bali terkait kepemilikan sabu-sabu dan divonis 5 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Namun baru 3 tahun menjalani hukuman korban menemui ajalnya.
 
 
“Belum diketahui secara pasti penyebab kematian. Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Kita masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,” pungkas mantan Kapolsek Mendoyo, Polres Jembrana ini.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami