Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Dishub Resmi Larang Operasional Grab dan Uber di Bali
Ribuan Sopir Taksi Bali Demo
Rabu, 23 Maret 2016,
11:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ribuan Sopir Taksi Bali, hari ini (23/3/2016) turun ke jalan menolak keberadaan Grab dan Uber di Bali.Dengan mengenakan pakaian adat Bali, ribuan sopir taksi ini melakukan aksi long march atau jalan kaki dari parkir lapangan Renon menuju Kantor Dinas Perhubungan Bali. Ribuan sopir taksi ini berasal dari beberapa perusahaan taksi lokal yang ada di Bali.
Selama perjalanan menuju kantor Dishub Bali, para sopir taksi menyampaikan aspirasi menolak operasional Grab dan Uber di seluruh wilayah Bali.Setibanya di kantor Dishub Bali, para pendemo melakukan orasi secara bergantian, menolak operasional Grab dan Uber di Bali. Selain
berdampak pada penurunan pendapatan para sopir taksi lokal Bali karena persaingan harga yang tidak sehat, Grab dan Uber juga dinilai ilegal karena beroperasi tanpa ijin angkutan resmi.
"Larangan Grab dan Uber berdasar keputusan Gubernur, DPRD Bali, dan DPD. Dinas perhubungan harus menindaklanjuti dan memahami keputusan Pemerintah Propinsi Bali, ajak warga Bali untuk menolak Grab dan Uber. Ini pemerintah sudah merespon, jadi apalagi? Tinggal Dinas perhubungan lanjutkan ke bawah, tindak tegas Grab dan Uber yang melanggar,"ujar Ketua Persatuan Sopir Taksi Bali, Ketut Witra.
Aksi demo ribuan sopir taksi lokal direspon Dinas perhubungan Bali yang menyatakan akan membekukan operasional Grab dan Uber di Bali. Selain melarang operasional Grab dan Uber di Bali, seluruh bentuk promosi Grab dan Uber di Bali juga dilarang, sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
"Kita sudah merespon cepat, untuk mempertegas pelarangan Grab dan Uber di Bali, kita sebenarnya sudah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir aplikasi Grab dan Uber tanggal 7 Maret, jauh mendahului Kemenhub,"ujar Kadishub Bali, Ketut ArtikaArtika menyatakan segera menindaklanjuti larangan ini dengan menurunkan papan reklame yang mengatasnamakan Grab dan Uber. Artika menegaskan, Grab dan Uber bukan merupakan perusahaan transportasi,
oleh karena itu harus dilarang sambil menunggu regulasi dari pemerintah pusat"Kalau sudah punya bendera transportasi, secara hukum itu benar, tapi kalau hanya aplikasi saja, itu tentu tidak benar. Kita menunggu regulasi, kita harus punya payung hukum, kita masih tunggu hasil pokja. Kita akan koordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian untuk tertibkan, kita akan tindak jika melanggar,"ujarnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5964 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2649 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026