Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Tewas Ditikam Amokrane, Brigadir Sudiarta Tinggalkan Seorang Istri dan 3 Anak
Senin, 2 Mei 2016,
18:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang polisi gugur dalam tugas, dalam upaya penangkapan Seorang Warga negara Prancis, Amokrane Sabet, di Kawasan Canggu, Kuta Utara, Senin (2/4/2016).
Anggota polisi yang tewas ini bernama Brigadir AA Putu Sudiarta anggota Polres Badung. Polisi asal Banjar Buana Agung, Padangsambian, Denpasar, ini meninggalkan seorang istri dan 3 anak.
Brigadir Sudiarta tewas setelah ditikam di bagian leher oleh Warga negara Prancis, Amokrane Sabet. Amokrane sendiri juga tewas setelah diterjang timah panas polisi. Amokrane ditembak setelah melawan petugas dan menikam Sudiarta di bagian leher hingga tewas.
Tewasnya Brigadir Sudiarta bermula dari upaya penangkapan terhadap Amokrane, yang direncanakan dengan cara diborgol yang dilakukan oleh anggota Brimobda Bali dan selanjutnya akan diamankan ke Polda Bali.
Sekitar Pukul 11.28 WIta dilakukan negosiasi antara petugas dipimpin Kapolsek dengan penterjemah bernama Filip. Namun Amokrane tetap melawan dengan membawa pisau belati menantang petugas untuk berkelahi dan minta ditembak.
Amokrane juga memaki Polisi dan Presiden Jokowi dengan kata-kata kasar yang tidak pantas. Panit penyidik Polsek Kuta Utara kemudian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara tiga kali.
"Ia (Amokrane) memaki-maki polisi dan Presiden dengan kata Ban*s#t sambil menantang semua yang ada di dekatnya. Polisi kemudian memberi tembakan peringatan,"jelas seorang petugas yang enggan disebut namanya.
Mendengar tembakan polisi, Amokrane Sabet yang membawa sebilah pisau menjadi kalap dan mengejar anggota polisi dan orang-orang yang ada di dekatnya. Brigadir Sudiarta yang terjatuh ke got saat menghindarri serangan brutal Amokrane, kemudian menjadi korban setelah ditikam di bagian leher hingga tewas.
Untuk menghindari korban lebih lanjut, Polisi kemudian menembak Amokrane di bagian dada dan kepala hingga tewas di tempat.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Wayan Arta Ariawan, SH, S.ik, membenarkan peristwa ini.
"Iya memang benar, nanti info lebih lengkap menyusul, masih kita dalami lebih lanjut,"ujarnya singkat. [bbn/spy]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026