Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 14 Mei 2026
Sebelum Dibunuh Amokrane, Brigadir Sudiarta Ajak Keluarga Melukat ke Tirta Gangga
Rabu, 4 Mei 2016,
02:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Keluarga anggota polisi Brigadir Anak Agung Putu Sudiarta (41) yang gugur dalam tugas saat melakukan aksi giat paksa pada wisatawan Perancis Amokrane Sabet, di Desa Tibubeneng pada Senin (2/5) kemarin mengaku sudah ikhlas atas kepergian Sudiarta.
Keluarga mengatakan setiap pekerjaan pasti ada resikonya. Dan Sudiarta sebagai anak telah melakukan darma baktinya di dunia. Hal itu dikatakan ayah kandung almarhum Sudiarta, Anak Agung Made Sujaya (62), mengaku tidak ada firasat sedikitpun perihal kematian anak pertamanya dari empat bersaudara ini.
Ditemui di rumah duka, di Gunung Talang II Gang Mawar 4, Buana Kubu Raya, Denpasar, Selasa (3/5) ayah Sudiarta tampak hanya duduk termenung sambil menundukkan muka. Terkadang, dia tiduran di halaman rumahnya yang bernuansa adat Bali itu.
"Saya ihklas. Anak saya sudah di surga. Dia sudah menjalankan kewajibannya sebagai anak," lirih Made Sujaya.
Lain hal dengan istri korban bernama Ni Made Ayu Larasati (41) mengaku mendapatkan firasat sebelum suaminya itu meregang nyawa ditusuk Amokrane.
"Saya mimpi didatangi orang besar dan tumben almarhum mengajak kami sekeluarga jalan-jalan ke Taman Ujung, Karangasem, kemudian melukat ke Tirta Gangga," ujar perempuan kelahiran Jakarta ini.
Sudiarta tewas dengan meninggalkan tiga orang anak, yaitu Anak Agung Raka Cempaka Devita Sari (17), Anak Agung Made Deva Ari Gangga (15) dan Anak Agung Ketut Trisna Dewi (10).
Keluarga mengaku, Sudiarta sempat pulang ke rumah saat ada dinas malam, kemudian pagi berangkat lagi. Namun ayah almarhum mengaku tidak sempat bertemu. Diakuinya, putranya itu, tak pernah menelepon jika tak ada hal yang sangat penting sekali.
Sebelum bekerja menjadi polisi sebagai buru sergap (Buser) di Polsek Kuta Utara, Sudiarta sebelumnya menjadi petugas di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Denpasar.
"Sambil bekerja, dia memulai pendidikannya pada tahun 1997, almarhum sebelum jadi polisi bekerja di DKP," kata Made Sujaya sembari melamun.[bbn/suaradewata]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1291 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 999 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 828 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 748 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026