Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
100 Lebih Penjahat Seksual Mencoba Masuk Indonesia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Lebih dari 100 pelaku kekerasan seksual asal Australia diketahui mencoba masuk ke Indonesia selama periode November 2014 hingga akhir 2015. Hal itu terungkap dari dokumen yang dirilis media Australia, ABC News, pada Kamis (19/5/2016).
Sebelumnya, petugas imigrasi Australia dan Kepolisian Federal Australia pernah memperingatkan otoritas Indonesia bahwa para terpidana pedofilia mencoba bepergian ke Indonesia.Dalam dokumen yang dibocorkan media Australia itu, paspor para penjahat kasus seksual asal Australia juga menunjukkan tanggal rencana perjalanan ke Indonesia.
Sementara itu, Kapolda Bali Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto yang sempat diwawancarai mengatakan bahwa para paedofilia yang berada di Bali seperti fenomena 'gunung es'. Diketahui hanya beberapa pelaku yang muncul ke permukaan, namun jumlah sebenarnya jauh lebih besar.
"Kasus pedofilia ini harus dihentikan. Itu sebabnya polisi mengambil dua langkah," katanya.
"Pertama adalah pencegahan, yang lain adalah represif. Pencegahan dilakukan melalui kampanye tentang bahaya untuk (anak) di bawah umur, dan yang represif dilakukan melalui penegakan hukum," ujar Sugeng.
Media Australia, ABC News, yang diberikan akses masuk ke penjara polisi di Denpasar merekam seorang pria Australia menghadapi tuduhan kekerasan seksual terhadap anak. Pria itu bernama Robert Andrew Fiddes Ellis (69). Ia dituduh melakukan kejahatan seksual kepada minimal 16 anak perempuan dengan usia tujuh hingga 17 tahun sejak 2014.
Kantor Kejaksaan Denpasar menyatakan pria Australia tersebut telah mengaku bersalah dan menghadapi hukuman penjara hingga 15 tahun.Salah seorang korban yang diketahui berinisial S dan para korban lain diduga dipikat Ellis di sekitar Pantai Kuta dengan memberinya pakaian, sepeda, dan sejumlah uang.
S kemudian dibawa ke rumah Elis, lalu menjadi korban kejahatan seksual. "Dia memberi saya Rp100 ribu, yang terbesar adalah Rp300 ribu," ungkap korban.
"Di Pantai Kuta, saya mandi, dan dia meminta saya untuk pergi bersamanya. Saya pergi ke rumahnya pada sore hari dan tidak pulang sampai pagi hari."
Dari investigasi yang dilakukan petugas Polda Bali diharapkan dapat mengungkap lebih banyak kasus ini dan para korbannya. [bbn/inilah/abc]
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3775 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang