Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kepiting Goa Giri Putri Masuk Kategori Terancam Punah

Sabtu, 6 Agustus 2016, 07:15 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/uajy.ac.id

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Beritabali.com, Nusa Penida. Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Pulau Nusa Penida Klungkung, juga memiliki spesies unik Kepiting langka yang hidup di dalam Goa Giri Putri. Kelompok kepiting langka tersebut berada di Pura Giri Putri, Karangsari, Desa Suana. Terdapat sekitar 37 ekor kepiting yang hidup di dalam goa.
 
I Gede Nyoman Bayu Wirayudha, Founder Friends of The National Parks Foundations (FNPF) mengatakan, kepiting langka ini pertama kali ditemukan pada tahun 1993 dengan panjang 15-24 mm dengan capit berwarna orange. Kepiting ini tidak pernah membawa cangkang di punggungnya. Spesies ini bisa dijumpai di dalam goa yang berada di tengah goa Pura Giri Putri.
 
Dilansir suaradewata, kepiting langka ini lebih senang berada di lumpur goa dan celah-celah goa. Sejak pertama ditemukan, kondisinya memperihatinkan, dimana terjadi penurunan jumlah kepiting yang hidup di dalam goa.
 
Karena alasan tersebut, Internasional Union The Conservation of Nature (IUCN), sebuah perkumpulan koservasi alam Internasional, menempatkan Kepiting Goa Giri Putri ini kedalam daftar merah terancam punah ( red list of threatened species ) kategori kritis.
 
"Kami berharap peran serta masyarakat setempat desa, serta pemedek atau perziarah, agar bersama menjaganya dan  tetap mematuhi aturan yang ada ketika memasuki goa,"ujar Bayu.
 
Kepiting langka ini juga menarik perhatian keluarga Kerajaan Belanda Princess Laurentien dan Prince Costantijn yang mengajak ketiga anaknya untuk berkunjung ke Nusa penida. Didampingi Kantor Lingkungan Hidup Klungkung I Ketut Sujana, Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Kepala UPT Kawasan Koservasi Perairan Nusa Penida I Nyoman Karyawan, Kasi Sosbud I Dewa Ketut Suspriawijaya serta relawan yayasan FNPF, Kamis (4/8/2016).
 
" Spesies langka ini perlu dijaga. Masyarakat setempat dan peziarah agar ikut menjaga bersama, cukup dengan mematuhi aturan yang ada. Saya sangat senang melihat masyarakat antusias menjaga kepiting goa, " kata Princess Luarentien dan Prince Costantijn. [bbn/sdc/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami