Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Alami Perlambatan Penduduk, Jumlah Lansia Meningkat

Selasa, 5 Mei 2026, 17:44 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok BPS Bali/Bali Alami Perlambatan Penduduk, Jumlah Lansia Meningkat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perlambatan pertumbuhan penduduk berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Kondisi ini menjadi sinyal perubahan struktur demografi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan jangka panjang.

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan dalam lima tahun terakhir laju pertumbuhan penduduk Bali hanya mencapai rata-rata 0,69 persen per tahun. Jumlah penduduk Bali tercatat sebesar 4,46 juta jiwa pada 2025, meningkat dari 4,32 juta jiwa pada Sensus Penduduk 2020.

“Pertumbuhan penduduk Bali saat ini cenderung melambat. Ini terlihat dari laju pertumbuhan yang hanya 0,69 persen per tahun dalam lima tahun terakhir,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, salah satu faktor utama perlambatan tersebut adalah menurunnya angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) yang kini berada di angka 2,02. Angka ini sudah berada di bawah tingkat penggantian (replacement level) sebesar 2,10.

“Penurunan TFR ini menunjukkan bahwa rata-rata perempuan di Bali tidak lagi melahirkan cukup anak untuk menggantikan generasi sebelumnya. Penurunan ini terutama terjadi pada kelompok usia muda,” jelasnya.

Kendati penduduk Usia Produktif (15–64 tahun) mencakup mayoritas penduduk dengan proporsi sebesar 69,53 persen, Bali juga mulai memasuki fase penuaan penduduk (ageing population). Di mana persentase penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) kini mencapai 15,07 persen dari total populasi.

Kabupaten Tabanan menjadi wilayah dengan proporsi lansia tertinggi, yakni mencapai 20,11 persen. Di sisi lain, terjadi penurunan proporsi penduduk usia produktif, yang berpotensi meningkatkan beban ketergantungan di masa mendatang. Hal ini dikarenakan persentase lansia yang sudah melampaui 10 persen di seluruh kabupaten/kota di Bali. Peningkatan jumlah lansia tetapi juga dibarengi dengan penurunan proporsi penduduk usia produktif.

“Bali saat ini sudah memasuki fase ageing population. Ini berarti tantangan ke depan bukan hanya soal jumlah penduduk, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas dan produktivitas sumber daya manusia,” katanya.

Dari sisi mobilitas penduduk, BPS juga mencatat adanya pergeseran pola migrasi. Dalam lima tahun terakhir, persentase penduduk yang keluar dari Bali mencapai 1,62 persen, lebih tinggi dibandingkan yang masuk sebesar 1,29 persen.

“Ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam migrasi. Bali masih menjadi tujuan, tetapi arus keluar juga mulai meningkat,” tambahnya.

BPS menilai kondisi ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan arah kebijakan kependudukan.

“Ke depan, kebijakan kependudukan di Bali perlu bergeser, tidak hanya mengendalikan jumlah penduduk, tetapi juga memastikan keberlanjutan penduduk dan peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami