Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Bali Alami Perlambatan Penduduk, Jumlah Lansia Meningkat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perlambatan pertumbuhan penduduk berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Kondisi ini menjadi sinyal perubahan struktur demografi yang perlu diantisipasi melalui kebijakan jangka panjang.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan dalam lima tahun terakhir laju pertumbuhan penduduk Bali hanya mencapai rata-rata 0,69 persen per tahun. Jumlah penduduk Bali tercatat sebesar 4,46 juta jiwa pada 2025, meningkat dari 4,32 juta jiwa pada Sensus Penduduk 2020.
“Pertumbuhan penduduk Bali saat ini cenderung melambat. Ini terlihat dari laju pertumbuhan yang hanya 0,69 persen per tahun dalam lima tahun terakhir,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, salah satu faktor utama perlambatan tersebut adalah menurunnya angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) yang kini berada di angka 2,02. Angka ini sudah berada di bawah tingkat penggantian (replacement level) sebesar 2,10.
“Penurunan TFR ini menunjukkan bahwa rata-rata perempuan di Bali tidak lagi melahirkan cukup anak untuk menggantikan generasi sebelumnya. Penurunan ini terutama terjadi pada kelompok usia muda,” jelasnya.
Kendati penduduk Usia Produktif (15–64 tahun) mencakup mayoritas penduduk dengan proporsi sebesar 69,53 persen, Bali juga mulai memasuki fase penuaan penduduk (ageing population). Di mana persentase penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) kini mencapai 15,07 persen dari total populasi.
Kabupaten Tabanan menjadi wilayah dengan proporsi lansia tertinggi, yakni mencapai 20,11 persen. Di sisi lain, terjadi penurunan proporsi penduduk usia produktif, yang berpotensi meningkatkan beban ketergantungan di masa mendatang. Hal ini dikarenakan persentase lansia yang sudah melampaui 10 persen di seluruh kabupaten/kota di Bali. Peningkatan jumlah lansia tetapi juga dibarengi dengan penurunan proporsi penduduk usia produktif.
“Bali saat ini sudah memasuki fase ageing population. Ini berarti tantangan ke depan bukan hanya soal jumlah penduduk, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas dan produktivitas sumber daya manusia,” katanya.
Dari sisi mobilitas penduduk, BPS juga mencatat adanya pergeseran pola migrasi. Dalam lima tahun terakhir, persentase penduduk yang keluar dari Bali mencapai 1,62 persen, lebih tinggi dibandingkan yang masuk sebesar 1,29 persen.
“Ini menunjukkan adanya dinamika baru dalam migrasi. Bali masih menjadi tujuan, tetapi arus keluar juga mulai meningkat,” tambahnya.
BPS menilai kondisi ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan arah kebijakan kependudukan.
“Ke depan, kebijakan kependudukan di Bali perlu bergeser, tidak hanya mengendalikan jumlah penduduk, tetapi juga memastikan keberlanjutan penduduk dan peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8556 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5908 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3710 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2536 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar