Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Raih Grand Prix Award, Siswa SDN 3 Ubud ke Jepang
Rabu, 10 Agustus 2016,
05:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Siswa kelas 5 SDN 3 Ubud, I Wayan Sastra Kesuma (11), pemenang sayembara Buku Harian Bergambar (BHB) Internasional yang dilaksanakan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serahkan lukisan kepada Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata, di Kantor Bupati Gianyar, Selasa (9/8).
I Wayan Karma (38), ayah Sastra Kesuma, mengatakan bangga kepada anaknya telah menyisihkan 800 peserta asal Indonesia dan terpilih menjadi 8 besar yang lukisannya dikirim ke Jepang. Dari delapan peserta, masing-masing mengirim lima lukisan dengan tema bersambung.
Lukisan alam Bali yang dilukis Sastra berhasil meraih juara dan berhak mendapatkan Grand Prix Award. Sedangkan penyerahan piala, piagam serta sertifikat, Sastra Kesuma bersama ayahnya Wayan Karma diundang ke Yokohama, Jepang.
“Saya bangga bisa ke Jepang menerima penghargaan ini, namun saya takut karena pertama naik pesawat sekitar 8 jam,”ceritanya.
Putra satu-satunya pasangan, I Wayan Karma (38) dengan Ni Wayan Rusmini (36) asal Banjat Tebesaya, Desa Peliatan, Ubud tersebut tak pernah menyangka lukisan yang dibuat membawanya terbang ke Jepang. Selama empat hari di Jepang, dari (26/7) hingga (29/7) ia bersama penerima Grand Prix Award asal 24 negara diajak keliling Jepang. Hari pertama dikenalkan budaya Jepang mulai dari belajar menulis huruf Jepang, pakaian Jepang hingga kegiatan anak-anak di Jepang.
Selanjutnya diisi dengan acara melukis serta penyerahan hadiah, bahkan ia diberikan kesempatan naik podium untuk menjelaskan tema serta arti lukisan yang dibuat. Di Jepang, ia ditugaskan melukis dengan waktu 40 menit dan menjelaskan makna lukisan tersebut.
Pada akhir kegiatan, seluruh pemenang juga menampilkan hasil garapan kolaborasi tentang gamelan Jepang yang dipelajari selama di Jepang.
Saat penerimaan hadiah, Sastra diharuskan menggunakan pakaian adat Bali, sedangkan ia lupa membawa sandal. Membeli sandal khas Bali di Jepang sangat susah, setelah ketemu harganya sangat mahal. Penghargaan ini diterimanya tidak mudah, sebelumnya ia sudah sering mengikuti pelbagai lomba namun sering gagal.
”Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati Gianyar dan saya juga memberikan lukisan tema 17 Agustus untuk bupati,” imbuh Sastra.
Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata mengapresiasi prestasi yang diraih Sastra. Prestasi Internasional ini tidak hanya membawa nama baik Gianyar namun juga Indonesia. Sudah selayaknya Satra juga mendapat perhatian dari Pemkab Gianyar dan semoga menjadi tauladan generasi muda Gianyar. [bbn/hms/psk]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026