Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




110 Siswa Drop Out Dapat Perhatian Khusus Pemkab Buleleng

Sabtu, 8 Oktober 2016, 05:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Beritabali.com, Buleleng. Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan acara Serah Terima Bantuan Siswa Drop Out di Kabupaten Buleleng. Pemkab Buleleng menyerahkan bantuan berupa barang dan Uang Tunai sebesar  Rp 1. 230.000 kepada 110 siswa Drop Out untuk semua tingkatkan sekolah, Jumat (7/10) di Gedung Wanita Laksmi Graha.
 
Penyaluran bantuan diberikan lagsung kepada siswa yang bersangkutan tanpa melalui perantara, namun tetap berkoordinasi dengan kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng melalui Posko Drop Out Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng. Bantuan yang diberikan pada saat ini diperuntukan sampai bulan Desember tahun 2016.
 
Bantuan itu bertujuan untuk mendukung program 12 PAS Bupati Buleleng Bidang Pendidikan yaitu 
 
“Meningkatkan Aksesbilitas dan Kualitas Pendidikan”, sebagai penumbuh rasa solidaritas sesama anak negeri dalam memanifestasikan Tujuan Pendidikan Nasional yang merata dan berkualitas dengan berperan pada Frame Education For All(Pendidikan dari kita, oleh kita dan untuk kita semua) dan menggugah para dermawan yang ada di Kabupaten Buleleng untuk menyisihkan pendapatnya membantu anak – anak Buleleng yang tidak dapat melanjutkan pendidikan.
 
Suyasa berharap program ini bisa membantu untuk menjawab persoalan aksebilitas pendidikan di Kabupaten Buleleng. Sebanyak 48 orang melanjutkan ke tingkat SMP dan sisanya melanjutkan ke tingkat SMA/SMK dan donasi ini diberikan dua bulan sekali. "Jadi kita berharap bahwa program ini bisa membantu untuk menjawab persoalan – persoalan aksesbilitas pendidikan anak – anak kita," katanya.
 
Ditemui usai acara Sutjidra mengatakan, rata – rata laman pendidikan di Kabupaten Buleleng masih 6,9 persen sangat jauh dari wajib belajar. Angka Drop Out ini kedepannya bisa ditekan serendah – rendahnya.  “rata – rata laman pendidikan kita masih 6,9 jauh masih dari wajib belajar dan anak yang drop out kedepan angkanya bisa kita tekan serendah – rendahnya”, ungkapnya.
 
Pendanaan bantuan siswa drop out ini berasal dari APBD Kabupaten Buleleng tahun 2016 dan Dana dari para dermawan, donatur yang peduli pendidikan.[bbn/rls/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami