Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hilang Seminggu, Duda Sebatangkara Ditemukan Membusuk

Selasa, 11 Oktober 2016, 20:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

BeritaBali.com, Tabanan. I Made Subadi (58) asal Banjar Kedampal, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan yang satu minggu menghilang ditemukan sudah dalam kondisi membusuk,  Selasa (11/10).  Jenazah Subadi ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita  di saluran irigasi Subak Benana, Banjar Penebel Kelod, Desa Penebel, Tabanan oleh pekaseh Subak Benana, I Wayan Wiryajana (50).
 
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Wiryajana pekaseh subak banana asal Banjar Jegu Pande, Desa Jegu, Penebel, saat itu pergi melihat saluran irigasi. Wiryajana dikagetkan oleh sosok tubuh yang berada di saluran irigasi. 
 
Saat didekati ternyata tubuh tersebut sudah dalam keadaan membusuk dan beberapa tulangnya kelihatan. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada warga sekitar. Informasi ditemukanya jezasah manusia kemudian sampai ke kelihan dinas Banjar Kedampal I Nyoman Mariadi. 
 
“Saat mendengar informasi ada penemuan mayat, saya menduga dan curiga mayat tersebut adalah warga saya yang hilang sejak satu minggu lalu,” jelas Mariadi. 
 
Benar saja, setelah tiba di TKP ia tidak bisa mengenali korban karena sudah membusuk dan tulang di beberapa bagian sudah kelihatan. Untuk memastikan kalau korban adalah salah satu warganya,ia kemudian menelpon keponakan korban. 
 
“Saya juga langsung telpon keponakan korban yang ada di Denpasar,” tandasnya. 
 
Tak berselang lama tim INAFIS dari Polres Tabanan tiba di lokasi disusul keponakan korban.  Setelah dicek ternyata jenazah tersebut benar  I Made Subadi  alias De Pandu warga Banjar Kedampal, Desa Mangesta. 
 
Hal itu  juga berdasarkan dari ciri-ciri fisik jenazah sama dengan korban, mulai dari gigi, bibir, serta kaki kanan korban yang tidak bisa berjalan dengan sempurna karena sempat mengalami patah tulang pinggul. 
 
“Dari sana lah keluarga korban yakin jika jenazah itu adalah De Pandu,” lanjut Mariadi.
 
Korban adalah duda yang hidup sebatang kara di rumahnya. Hal itu dibenarkan oleh I Nengah Armadi (44) keponakan korban.  
 
Sementara itu warga sekitar menyebutkan sejak Selasa (4/10) korban tidak pernah kelihatan. Korban diduga diajak ke Denpasar tempat keponakanya.  
 
“Saat saya pulang ke kampung  Mangesta hari Sabtu sempat ditanya sama tetangga, tentang keberadaan paman saya,”terangnya.  
 
Armadi kaget karena korban tidak berada di Denpasar. Saat itulah pencarian korban dilakukan, yang melibatkan warga masyarakat sekitarnya. Karena tidak kunjung ketemu, Armadi kemudian melapor ke polsek Penebel dengan laporan orang hilang.  
 
“Tadi pagi ( kemarin ) saya ditelpon katanya ada penemuan mayat. Dan saya pastikan mayat itu adalah paman saya,” jelasnya.  
 
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dikubur di kuburan Kristen hari itu juga.[bbn/nod/psk] 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami