Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Usai Buka Celana, Made Meninggal di Bungalow Bagus

Senin, 24 Oktober 2016, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

BeritaBali.com, Tabanan. I Made Suaba (65)  yang berprofesi sebagai tukang traktor  meninggal dunia saat berada di bungalow pondok wisata “Bagus" kamar nonor 2, di Banjar Buruan Kelod, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu malam (23/10). Penyebab meninggalnya korban asal Banjar Kesiut Kawan Kaja, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan,Tabanan diduga karena serangan jantung.
 
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pada hari Minggu (23/10)  sekitar pukul 19.00 Wita, korban menjemput Ni Wayan Sukari alias Men Suryanto (59), buruh batako alamat Buruan Kelod Desa Buruan  Kecamatan  Penebel, Tabanan.  Sukari dijemput di  pinggir jalan depan rumahnya kemudian diajak ke pondok wisata “Bagus”.  
 
Tiba di pondok wisata keduanya masuk ke kamar nomor 2.  Saat berada di dalam kamar sekitar pukul 19.30, korban mengeluh panas dan membuka celana pajang yang digunakan namun masih tetap memakai celana dalam dan baju kaos.  
 
Saat masih tidur-tiduran dan saling cerita, tiba-tiba korban terlihat seperti sesak napas.  Melihat hal itu Ni Wayan Sukari alias Men Suryanto langsung melapor kepada penjaga pondok wisata “Bagus”. 
 
Tak berselang lama Kadek Widiasih penjaga pondok wisata Bagus bersama Sukari  tiba di kamar nomor 2 mengecek keadaan korban. Karena korban kesulitan bernapas Kadek Widiasih menghubungi  rekannya  Gusti Eka Laksana untuk menghubungi ambulan BRSU Tabanan. Dengan menggunakan Ambulance, korban dibawa ke BRSU Tabanan dan sesampai di BRSU Tabanan korban dinyatakan sudah meninggal dunia dalam perjalanan (Death on Arrival).
 
Berdasarkan pemeriksaan  Dokter dan Petugas Mayat BRSU Tabanan, Korban dinyatakan sudah  meninggal dunia karena serangan jantung dan tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan serta tidak ada keluar air mani dan tidak ada  kotoran  didubur.
 
Kematian korban diperkirakan tidak lebih dari 2 jam karena belum ada lebam mayat, tidak kaku dan kondisi tubuh mayat masih hangat. Sementara itu pihak keluarga mengakui kalau selama ini korban sering mengeluh dadanya sakit dan sering mengalami sesak napas sejak dua tahun lalu. Namun korban tidak mau berobat ke dokter dengan alasan tidak berani disuntik.
 
Sementara itu di lokasi kejadian yakni di kamar nomor 2 pondok wisata “Bagus”  polisi masih memasang police line.[bbn/nod/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami