Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pilgub Bali, Cagub Diprediksi Habiskan Anggaran Rp 100 Miliar

Selasa, 15 November 2016, 09:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Konsultan politik I Gusti Putu Artha, mengatakan, biaya politik yang dihabiskan oleh setiap calon gubernur (Cagub) pada Pilgub Bali 2018 mendatang cukup tinggi. Bahkan ia memprediksi, rata-rata tiap calon gubernur akan menghabiskan anggaran Rp75 miliar hingga Rp 100 miliar.
 
"Saya memprediksi kalau nominalnya, antara Rp75 miliar sampai Rp100 miliar yang dihabiskan oleh setiap calon gubernur," tutur Putu Artha, di Denpasar, Senin (14/11).
 
Ia mengingatkan agar Pilgub Bali dengan biaya politik mahal itu, tidak dijadikan sebagai ijon politik. Cost politik yang tinggi, menurut mantan Komisioner KPU RI itu, akan berpotensi membuka ruang bagi terjadinya politik transaksional.
 
Dampaknya ketika calon itu terpilih, maka akan terjebak pada deal-deal kepentingan tertentu. Karena itu, ia mendorong agar ijon politik harus dihindari. Ini penting, agar nafas demokrasi bukan didasarkan pada kepentingan kekuasaan perorangan atau kelompok semata.
 
"Melainkan, yang utama, hajatan politik adalah merupakan pesta demokrasi untuk mencari calon pemimpin pilihan rakyat dan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Bali," tandas Putu Artha, dilansir suara dewata.
 
Dengan kemunculan sejumlah nama calon gubernur Bali, ia berharap, akan muncul figur-figur calon pemimpin yang mumpuni dari segi modal tegas, bersih, dan berani dalam mengambil sikap dan keputusan. Demikian halnya soal figur muda ataupun munculnya figur alternatif menjelang Pilgub, ia berpandangan, calon pemimpin Bali merupakan figur yang mampu membawa masyarakat Bali lebih sejahtera.
 
"Saya berharap agar masyarakat tidak salah pilih untuk menentukan calon pemimpin Bali lima tahun ke depan. Sekali salah memilih atau diam tidak bersikap, maka dampaknya sampai lima tahun," pungkas Putu Artha.[bbn/sdc/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami