Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cari Suaka, Pria Myanmar Bakar Diri di Dalam Bank

Minggu, 20 November 2016, 09:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/inilah

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Beritabali.com, Melbourne. Seorang pemuda membakar dirinya sendiri di dalam sebuah kantor cabang Commonwealth Bank di kawasan Springvale, pinggiran kota Melbourne, Australia, Jumat (18/11/2016).
 
Insiden yang menyebabkan ledakan cukup besar itu membuat dua orang cedera parah, termasuk sang pelaku, sementara belasan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
 
Seorang saksi mata bernama Ashley Atkin-Fone mengatakan bahwa dirinya berlari menolong setelah mendengar ledakan besar dan melihat asap hitam muncul dari bank.
 
"Seseorang keluar dari dalam bank dengan tubuh terbakar, berteriak... darah di mana-mana... Saya terkejut selama beberapa menit," ujar Atkin-Fone seperti dilansir ABC News.
 
"Saya kemudian berlari ke seberang jalan, masuk ke kantor provider Optus dan mengambil tabung pemadam, saya masuk ke dalam memadamkan api dengan beberapa orang lainnya dan kami pun berhasil memadamkan api," imbuhnya.
 
Sementara itu, kantor berita Associated Press melaporkan sebanyak 21 orang lain, mulai dari anak-anak hingga warga berusia 80 tahun dibawa ke rumah sakit karena kesulitan bernapas.
Sedangkan sang pelaku yang berusia 21 tahun itu dibawa ke rumah sakit karena terluka parah dalam penjagaan ketat aparat kepolisian.
 
Layanan ambulans mengatakan lima korban luka bakar lainnya, yakni empat laki-laki dan seorang perempuan dibawa ke rumah sakit yang sama.
 
Seorang petugas kepolisian setempat, Inspektur Jacqui Poida mengatakan penyelidik belum menentukan motif pelaku. Dia mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa insiden ini bermotifkan ekstremisme.
 
"Pelaku memiliki semacam pemicu di tubuhnya di dalam sebuah kontainer. Dia masuk ke bank dan menyalakan pemicu yang menyebabkan kebakaran di bank," ujar Poida.
 
Mencari Suaka
 
Pelaku aksi bakar diri di sebuah bank di Australia pada Jumat (18/11/2016), diidentifikasi sebagai seorang pencari suaka asal Myanmar.
 
Mengutip BBC, pelaku yang merupakan seorang pria berusia 21 tahun itu mendarat di Australia dengan perahu tiga tahun yang lalu dan dilepaskan dari tahanan sambil menunggu keputusan pengadilan tentang kasusnya.
 
Dilaporkan ia sudah datang ke bank itu hari Rabu (16/11/2016) untuk menarik uang tunjangan sebagai pencari suaka, namun tunjangan itu belum masuk rekening banknya.
 
Dua hari kemudian, di bank itu pria yang dikenal teman-temannya sebagai Noor, membakar diri setelah menyiram dirinya sendiri dengan bensin.
 
Lima orang di sekitarnya menderita luka bakar dan 21 lainnya dirawat karena menghirup asap.
 
Pria itu dilaporkan berasal dari keluarga campuran Muslim. Meskipun ia setengah Rohingya, suku Muslim yang ditolak kewarganegaraan dan kebebasan bergeraknya oleh pemerintah Myanmar, dulunya ia dilaporkan tinggal di Myanmar selatan. Dia sempat ditahan di kamp di Pulau Natal di Samudera Hindia sebelum dipindahkan ke Melbourne.
 
Presiden Organisasi Rohingya Burma Australia, Habib Habib, mengatakan kepada harian Age: "Dia orang yang menderita dan teman-temannya mengatakan tunjangan kesejahteraannya tidak datang dan dia tidak bisa membayar sewa (tempat tinggal)."
 
Dia kembali ke bank setiap hari setelah dua hari sebelumnya mengetahui bahwa uang itu tak masuk rekeningnya.
 
Habib mengatakan: "Sistem ini membuat mereka semua gila. Mereka berada dalam ketidakpastian."
 
Pengacara para pengungsi dan pencari suaka, Pamela Curr mengatakan kepada koran Age bahwa orang itu juga diketahui menderita gangguan mental.[idc/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami