Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 2 Mei 2026
Togtogsirah, Sampaikan Pesan Nilai Luhur Kebudayaan
Rabu, 14 Desember 2016,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Kabupaten Gianyar kembali menunjukkan komitmennya menuju Gianyar sebagai Kabupaten Layak Anak. Hal ini ditunjukkan dengan mewakili Provinsi Bali untuk mengikuti Festival Permainan Tradisional Anak Indonesia (FPTA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Taman Bhinneka Tunggal Ika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (11/12).
Dalam acara ini, ratusan anak mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menunjukkan atraksi budaya seperti tarian dan permainan tradisional.
BACA JUGA:
Penampilan Kabupaten Gianyar sendiri diwakili oleh anak-anak dari Sanggar Paripurna Bona. Anak-anak yang berjumlah 16 orang menampilkan sebuah dolanan berjudul Togtog Sirah. Penampilan ini pun mampu memukau penonton yang berasal dari seluruh Indonesia.
Secara garis besar, Togtog Sirah merupakan salah satu permainan tradisional Bali yang diartikan sebagai hal untuk mengetuk pikiran, agar kita selalu berpikiran positif dan berpikir kedepan seperti berpikiran tentang Tuhan, orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah. Sehingga nantinya anak-anak tidak lagi mempunyai pemikiran negatif dan tidak terlalu terpengaruh dengan pergaulan modern seperti gadget dan apalagi sampai terjerumus kedalam narkoba dan pergaulan bebas.
Dalam dolanan togtog sirah tidak hanya sekedar mengenalkan permainan tradisional Bali, namun didalamnya juga disampaikan pesan tentang nilai-nilai luhur kebudayaan, seperti gotong royong, saling menghargai, tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras.
“Dengan melestarikan budaya dan tradisi leluhur kita, anak akan berpikir lebih positif sehingga terbetuk karakter anak yang berkwalitas,” ujar I Made Sidia selaku Pembina Tari.
Dalam kesempatan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Ibu Yohana Susana Yembise yang hadir dalam kesempatan itu, menyambut baik penampilan yang disuguhkan oleh anak-anak Indonesia. Ia mengatakan, Permainan tradisional memiliki banyak manfaat, seperti mengembangkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, dan melatih kemampuan motorik anak.
"Festival yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia, merupakan bentuk pengenalan budaya lokal sekaligus memenuhi hak anak untuk bermain dan memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif dan kreatif," kata Yohana.
BACA JUGA:
Selain permainan dan kebudayaan, FPTA Indonesia juga diisi pameran, pertunjukan, dan perlombaan yang seluruhnya tradisional.
Sebanyak 154 permainan tradisional yang telah diidentifikasi, 78 di antaranya dipamerkan dalam festival ini. Secara keseluruhan, sebanyak 2.500 anak dari berbagai daerah turut berpartispasi dalam Festival ini. Hal ini juga diakui sebagai wujud keragaman negara Indonesia. [rls/oscar/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 184 Kali
02
03
04
Polisi Bongkar 14 Kasus Narkoba di Badung, 15 Tersangka Ditangkap
Dibaca: 114 Kali
05
Gamelan Sakral Pura Dalem Panji Anom di Buleleng Dicuri, Krama Resah
Dibaca: 108 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026