Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
Jero Bagia, Layani Konsultasi Nasib Turis Asing
Rabu, 14 Desember 2016,
08:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Temukus. Tak hanya berwisata menikmati keindahan alam dan budaya, wisatawan yang datang ke Bali ternyata juga ada yang menyempatkan diri mencoba jasa konsultasi 'balian' atau dukun tradisional Bali. Salah satunya di Desa Temukus, Buleleng.
Pagi sekitar pukul 10, Nyoman Bagia atau yang kini dikenal dengan Jero Mangku Gde Bagia, tampak baru usai melakukan sembahyang pagi, di rumahnya, di Banjar Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Pria kelahiran 20 Maret 1934 ini kemudian mempersilakan Beritabali.com untuk masuk 'ruang prakteknya'. Sebuah ruangan yang tidak begitu besar dan penuh dengan aneka patung, topeng, foto serta kliping koran yang dibingkai, dan benda-benda khas dunia spiritual lainnya.
Dengan ramah, pria yang tampak masih sehat di usia senjanya ini memulai percakapan.
"Napi sane jagi katunasang (apa yang mau ditanyakan),"ujarnya ramah.
Sebelum memulai sesi konsultasi, Jero Bagia masuk ke dalam bilik khusus untuk berdoa meminta petunjuk. Bunyi kleneng atau genta disertai doa mantra kemudian terdengar dari balik bilik yang ditutup kain gorden.
Usai berdoa, Jero Bagia kemudian meminta Beritabali.com untuk menunjukkan garis tangan kiri. Dengan tiga buah dupa berasap, Jero Bagia mulai membaca garis tangan. Agar lebih afdol, Jero Bagia juga menanyakan hari otonan atau hari kelahiran Bali.
Setelah membaca garis tangan dikombinasi dengan hari otonan, Jero Bagia mulai menjabarkan apa yang ingin diketahui 'kliennya', mulai nasib, peruntungan, rejeki, kesehatan, dan lain sebagainya.
"Semuanya sudah ada, dijelaskan di garis tangan dan otonan ini, saya hanya membantu membacanya, dibantu dengan petunjuk Ida Sesuhunan, Betara Kawitan, dan Tuhan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,"jelasnya.
Usai membaca garis tangan, Jero Bagia mulai bercerita soal profesi yang dijalaninya.
"Tahun 1957, saya bekerja di pabrik sabun di Buleleng. Tahun 1968 saya mulai Ngiring Sesuhunan, Betara Kawitan, tapi mungkin belum waktunya," ujarnya.
Seiring perjalanan waktu, tahun 1983, kediaman Jero Bagia mulai semakin ramai. Warga dari berbagai wilayah datang ke rumahnya untuk berkonsultasi.
"Yang datang ke sini nunas (minta) petunjuk, membaca garis nasib, nunas tamba (obat), dan lain sebagainya. Dan ada yang bisa terbukti berhasil,"ujarnya.
Selain warga Bali, yang datang untuk konsultasi ke rumah Jero Bagia juga berasal dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan kota kota lainnya,
"Turis juga ada yang ke sini, dari Eropa, Amerika, hingga China. Semuanya konsultasi soal kehidupan, nasib, dan ramalan lainnya, semuanya berdasar otonan dan garis tangan,"ujarnya.
Perbincangan dengan Jero Bagia akhirnya harus diakhiri. Karena di luar ruang prakteknya sudah mulai ramai didatangi warga yang hendak konsultasi.
Untuk bisa melakukan konsultasi dengan Jero Bagia, warga tidak dipatok tarif tertentu. Hanya canang (sajen), dupa, uang sumbangan (punia) seiklasnya, dan sebungkus rokok kretek filter kesukaannya. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 601 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 585 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 436 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026