Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Tertibkan Money Changer Tak Berijin, Pariwisata Bali Terjaga
Rabu, 14 Desember 2016,
18:00 WITA
Follow
Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana. [source: ist]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Causa Iman Karana, mengantisipasi munculnya usaha money changer yang tak berijin yang meresahkan wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Menurutnya keberadaan usaha money changer tak berijin beresiko mencoreng citra pariwisata Bali karena riskan akan terjadinya tindakan kriminal yang merugikan kliennya.
BACA JUGA:
Demikian disampaikannya saat menerima Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di ruang kerjanya, Rabu ( 14/12).
"Masih banyak keluhan dari para wisatawan asing terkait keberadaan money changer yang beroperasi tidak resmi, di mana hal ini mencoreng pariwisata Bali, turis jadi kapok karena merasa ditipu, untuk itu saya minta BI menertibkan terhadap money changer yang tidak berijin agar jangan sampai keberadaan mereka mencoreng pariwisata kita," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut Causa Iman Karana menyampaikan pihak BI telah melakukan beberapa langkah diantaranya dengan menyediakan aplikasi online SIKUPVA (Sistem Informasi Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing) untuk bisa mendapatkan informasi terkait lokasi dan nama dari Money Changer berijin yang berada terdekat dari posisi mereka.
Disamping itu, Bank Indonesia terus bersinergi dengan Desa Adat setempat dalam upaya melakukan penertiban terhadap money changer yang tak berijin. Langkah-langkah tersebut diambil Bank Indonesia dalam upaya menjaga image pariwisata Bali sehingga para wisatawan akan merasa aman dan nyaman selama mereka berwisata di Bali.
Selain persoalan money changer, Pastika yang didampingi oleh Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali Dewa Sunarta, Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali Putu Astawa, meminta BI untuk memperhatikan sirkulasi uang di daerah-daerah pariwisata dan memastikan agar uang yang beredar masih dalam kondisi baik, tidak lecek, dan berbau.
BACA JUGA:
Menanggapi hal tersebut, Causa Iman Karana menyampaikan bahwasannya pihaknya di bawah koordinasi Kepala Divisi Peredaran Uang Bank Indonesia secara intensif melakukan upaya menjaga kualitas uang Rupiah dalam kondisi yang layak edar di masyarakat, dengan melakukan kegiatan pemusnahan uang yang sudah dicabut dan ditarik dari peredaran, uang hasil cetak kurang sempurna dan uang yang sudah tidak layak edar.
Menurutnya, kegiatan pemusnahan uang tersebut telah diatur melalui prosedur dan dilaksanakan oleh jasa pihak ketiga yang dengan pengawasan oleh tim BI. [rls/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 440 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 372 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 367 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026