Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Lestari Subakku Lewat Subak Lestari
Jumat, 16 Desember 2016,
15:00 WITA
Follow
Seminar Pembentukan Subak Lestari Kota Denpasar pada Kamis (15/12) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar. [source: ist]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dalam upaya pengembangan Subak untuk mewujudkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Denpasar, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar bekerja sama dengan tim akademis serta SKPD terkait merancang kegiatan Kawasan Subak Lestari meliputi Subak Umadesa, Subak Anggabaya, Subak Umalayu, Subak Intaran Barat, dan Subak Intaran Timur, yang semunya disingkat Made Ayu Intan.
BACA JUGA:
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Gede Ambara Putra saat membuka Seminar Pembentukan Subak Lestari Kota Denpasar pada Kamis (15/12) di Gedung Wanita Santhi Graha Denpasar.
Pesatnya pertumbuhan pendudukan di Kota Denpasar memberi dampak tingginya tingkat alih fungsi lahan di Kota Denpasar.
Sehingga lahan pertanian semakin sempit dan produki pertanian semakin menurun, sedangkan tingkat kebutuhan komoditi pangan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
“Untuk mencegah alih fungsi lahan, kita mencoba mengembangkan menjadi subak lestari. Sehingga dalam kegiatan subak lestari ini kita ada hak dan kewajiban antara pengelola subak dan pemerintah,” ujar Ambara.
Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas petani, lebih lanjut Ambara Putra menyatakan bahwa dalam penggarapannya Subak Lestari tidak bisa berdiri sendiri. Lewat diadakannya gerakan Smart City yakni SKPD terkait juga terlibat sehingga bisa disinergikan secara bersama-sama pengembangan subak lestari kedepannya.
Ia mengatakan, Luas lahan pertanian basah maupun kering di Kota Denpasar sekitar 2.485 hektar. Dengan seminar subak lestari ini dirinya berharap dapat mengatasi permasalahan yang ada. Terutama, lewat diterapkannya awig-awig di subak lestari.
“Boleh menjual lahan pertanian tapi tidak untuk alih fungsi, melainkan tetap sebagai lahan pertanian,” tegas Ambara.
Disamping itu, Ambara mengatakan dalam menggarap subak lestari nantinya akan ada MoU, antara penjual beras dengan pekaseh seluruh Kota Denpasar untuk membeli gabah petani.
BACA JUGA:
Kedepannya, Ambara menambahkan atas saran Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, petani akan mendapat beasiswa sampai kuliah. Selain juga akan diberi asuransi sehingga petani bisa bekerja dengan fokus.
Melalui seminar ini diharapkan akan ada masukan dari tokoh-tokoh pertanian sebagai acuan untuk kedepannya Subak di Kota Denpasar menjadi semakin baik. [rls/eka/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026