Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kado Akhir Tahun, Paket Ekonomi 15 akan Meluncur

Senin, 19 Desember 2016, 19:00 WITA Follow
Beritabali.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Jakarta. Pemerintah menyatakan bakal menerbitkan paket ekonomi jilid 15 pada akhir tahun atau awal tahun 2017.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan paket tersebut salah satu paket yang terpenting, guna terus mendongkrak pertumbuham ekonomi pada tahun 2017.
 
"Kita akan keluarkan paket ekonomi jilid 15, pada akhir tahun ini ataupun pada awal tahun 2017, ini salah satu paket terpenting," kata Darmin dalam acara "Prospek Ekonomi Indonesia 2017" di Jakarta, Senin (19/12).
 
BACA JUGA: 
Sayangnya mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, masih enggan untuk menceritakan apa isi dari paket ekonomi jilid 15 tersebut. 
 
"Yah, nantilah saya akan beri tahu, nanti tidak suprise," kata Darmin.
 
Di sisi lain mengenai implementasi paket kebijakan ekonomi jilid 1 sampai 14 yang sudah diterbitkan pemerintah, pemerintah mengaku ada yang sudah berjalan dengan baik, dan ada yang belum.
 
"Kalau belum efektif, ya mau bagaimana lagi jika orang memang belum memanfaatkannya. Memang kita bisa menyuruh orang suruh manfaatin paket kebijakan, yang jelas kita telah membentuk task force paket ekonomi, untuk mengevaluasi paket kebijakan tersebut," paparnya.
 
Darmin menuturkan, kebijakan yang sudah sukses pelaksanaannya, yakni pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang termasuk dari paket kebjakan ekonomi jilid II untuk menjawab tantangan tingginya biaya logistik nasional yang membuat industri dalam negeri menjadi kurang kompetitif.
 
BACA JUGA: 
PLB adalah gudang logistik multifungsi untuk menimbun barang impor atau lokal dengan kemudahan fasilitas perpajakan, berupa penundaan pembayaran bea masuk dan tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta menawarkan fleksibilitas operasional lainnya.
 
"PLB sudah banyak sekali, ada belasan (perusahaan) yang sudah investasi. Bukan investasi yang kecil sekali, tapi tidak besar juga. Saya surprised karena banyak investasi," tandasnya. [bbn/idc/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami