Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 2 Juli 2026
Operasi Pasar Kendalikan Harga Cabai
Minggu, 8 Januari 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejak Desember lalu, harga jual cabai merah ditingkat konsumen selama dua pekan terakhir khususnya pada saat menjelang dan pasca tahun baru terus meningkat. Di sejumlah pasar, harga cabai rawit jenis bahkan berkisar pada harga Rp.100.000/kilogram yang sebelumnya berada pada harga Rp.75.000/kilogram.
Dalam menekan ekspektasi masyarakat terhadap harga cabai yang semakin tinggi maka Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, menggelar pasar murah dengan menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali , Bulog Provinsi Bali dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Provinsi Bali bertempat di Areal Pasar Kreneng Denpasar, pada Sabtu (07/01).
Dalam pemantauannya, Sudikerta mengungkapkan bahwa memang benar terjadi ketidakstabilan harga pada beberapa jenis cabai seperti cabai seret yang sempat berada pada harga Rp.35.000/kg, kemudian mengalami kenaikan Rp.75.000/kg dan saat ini berada pada Rp.100.000/kg. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan oleh kebutuhan masyarakat dengan cabai rawit jenis seret sangat tinggi terutama pada saat hari raya. Faktor ketidakstabilan cuaca juga menjadi hal yang menyebabkan produksi para petani tidak maksimal.
Menanggapi hal ini, Sudikerta menghimbau masyarakat untuk meminimalisir penggunaan cabai rawit jenis seret atau cabai rawit jenis setan yang juga berada pada harga Rp.100.00/kg, dan dapat mengganti dengan cabai jenis lain yang harganya masih murah seperti Cabai Lombok yang berkisar pada harga Rp.17.000/kg, Cabai Kriting Rp. 40.000/kg, Cabai rawit ijo Rp. 40.000/kg.Disamping itu, Sudikerta juga menghimbau masyarakat agar tetap menerapkan pola puspasari di pekarangan rumah, dengan menanam beberapa kebutuhan bahan pokok makanan seperti cabai, bawang, terong maupun sayur-sayuran yang dapat ditanam dalam pot-pot kecil atau polybag sehingga, kebutuhan bumbu masakan atau bahan-bahan masakan dapat dipenuhi secara mandiri.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya harap masyarakat dapat menerapkan pola Puspa Sari di pekarangan rumah, selain lebih mudah tindakan tersebut secara tidak langsung juga dapat meminimalisir terjadinya inflasi daerah," ujarnya. Lebih lanjut, Sudikerta mengatakan bahwa terkait pasar murah yang digelar dalam sehari yang berlangsung di Pasar Kreneng dan Pasar Badung tersebut, PPI menjual cabai rawit jenis seret dan setan seharga Rp.85.000/kg dengan stock 100 kg dan gula pasir kristal Rp.12.500/kg.
Ia juga berharap dengan pasar murah tersebut selanjutnya dapat menekan harga cabai yang ada di pasaran, sehingga masyarakat dapat menikmati cabai dengan harga yang normal.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026