Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 4 Agustus 2026
Atasi Krisis Air, Klungkung Belajar Ke Gunung Kidul
Rabu, 1 Februari 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Yogyakarta. Guna mengatasi krisis air di Kabupaten Klungkung, terutama di Kecamatan Nusa Penida. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi dinas terkait, menggelar kunjungan kerja ke wilayah Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kebupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (30/1) siang.
[pilihan-redaksi]
Dalam kunjungan kerja tersebut Suwirta, didampingi Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Direktur PDAM Klungkung I Nyoman Renin Suyasa, Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Klungkung, I Gusti Nyoman Supartana, dan lainnya.
“Saat musim kering pengairan ini dilakukan bergiliran setiap harinya, dengan tarif sesuai dengan ketentuan,” ujar Tukini Warfa, warga setempat.
Bahkan dengan sumur bor lainnya yang dibangun di Desa Karangrejek juga mampu mengairi sebanyak 1.300 pelanggan.
Suwirta mengatakan, selama ini di Kecamatan Nusa Penida kerap mengalami krisis air saat musim kemarau. Karena di Nusa Penida hanya terdapat dua sumber mata air, yaitu sumber mata air Guyangan dan Penida.
“Maka dari itu kita datang ke tempat ini (red: Gunung Kidul) untuk melihat solusi untuk terhadap krisis air di wilayah lahan kering,” ujarnya.
Setelah melihat hal tersebut, Suwirta optimis untuk segera mengatasi krisis air, baik di Klungkung Daratan maupun Nusa Penida.
“Ini merupakan komitmen kita untuk menindaklanjuti dari apa yang pernah kita rencanakan seblumnya,” tegas Bupati asal Ceningan, Nusa Penida ini.
Sementara, guna mengetahui kandungan sumber air bawah tanah pihaknya sudah kordinasi dengan Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Klungkung, I Gusti Nyoman Supartana.
[pilihan-redaksi2]
“Kemudian akan kita pasang anggaran membuat sumur bor, tentu di Nusa Penida akan ada beberapa titik untuk sumur bor tersebut,” ujarnya.
Menurut Suwirta, jika hanya mengandalkan sumber mata air Guyangan dan Penida saja, penanganannya akan lambat. Pasalnya harus dibangun beberapa reservoar dan itu biayanya tinggi. Kalau membangun sebuah sumur bor hanya menghabiskan sekitar Rp 1.400.000.000/unit.
“Saya yakin di sejumlah tempat lain di Nusa Penida ada sumber airnya, sehingga setelah diangkat persoalan krisis air bisa diatasi,” sebutnya. [rls/wrt]
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 462 Kali
02
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 365 Kali
03
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 310 Kali
04
05
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026